Share

Pemkab Bojonegoro Mulai Realisasikan Pembangunan 1.000 Embung

Bojonegoro (Media Center) – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), realisasikan pembangunan 1.000 embung sebagai upaya mengatasi kekeringan di musim kemarau dengan menambah sejumlah peralatan berat senilai Rp13 miliar dari APBD 2013.

“Peralatan berat yang akan dimanfaatkan membuat embung sudah kami terima dari kontraktor pemenang lelang,tapi baru akan dimanfaatkan pada 2014,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pengairan Bojonegoro Sapto Sumarsono, Kamis (26/12/2013).

Ia menjelaskan peralatan berat yang baru tersebut berupa tujuh “backhoe”, satu truk trailer dan dua dump truk yang akan dimanfaatkan untuk merealisasikan pembangunan 1.000 embung, selain pembangunan embung yang dilakukan dengan sistem lelang.

“Kami optimistis pembangunan 1.000 embung tidak sulit direalisasikan,” tambah Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edy Sutanto, menegaskan.

Lebih lanjut Sapto menjelaskan pembangunan embung pada tahun ini yang dilakukan secara swakelola terealiasi 16 embung dengan memanfaatkan “backhoe”, dua buldoser dan satu dump truk, milik Dinas Pengairan yang sudah ada sebelumnya.

Dilain pihak, katanya, pembangunan sistem lelang sudah terealisasi sebanyak 100  embung.”Embung yang dibangun secara swakelola dan sistem lelang  daya tampungnya masing-masing berkisar 15.000-20.000 meter kubik/embung,” jelasnya.

Menurut dia, embung yang sudah terbangun memanfaatkan tanah kas desa dan tanah negara “solo vallei werken” yang sudah dibebaskan pada jaman Belanda.

Ditanya berapa waktu yang dibutuhkan untuk merealisasikan 1.000 embung, ia belum bisa menjelaskan. Tapi, ia menyebutkan satu “backhoe” akan mampu dimanfaatkan untuk membuat  tujuh embung  selama setahun.

Dinas Pengairan setempat, mantargetkan tahun ini mampu merealisasikan 179 embung baik yang dibangun secara swakelola maupun dengan sistem lelang.

Namun, target pembangunan embung tidak tercapai, sebab kontraktor pengadaan alat berat baru merealisasikan pengadaan alat berat setelah masuk musim hujan.

“Kontraktor alat berat tidak salah, sebab sesuai kontrak pengadaan alat berat batas waktunya terakhir Desember,” ujar Edy.

Data di Dinas Pengairan setempat,  sebelumnya sudah terbangun 93 embung termasuk Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang dan Waduk Leran I dan II di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. (samcb)

Leave a Comment