Share

Pemkab Bojonegoro Persiapkan Berbagai Kebutuhan Hadapi Bencana

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman bencana terutama banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang, yang terjadi selama musim hujan.

“Berbagai kebutuhan untuk menanggulangi bencana, terutama banjir luapan Bengawan Solo, juga banjir bandang sudah kami persiapkan,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulnagan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro Sukirno, Senin (16/11).

Ia menjelaskan berbagai kebutuhan yang dipersiapkan antara lain, sejumlah perahu karet, yang berfungsi sebagai sarana evakuasi korban banjir.

Selain dipersiapkan di Posko induk BPBD, lanjut dia, perahu karet juga dipersiapkan di Posko BPBD di Kecamatan Padangan dan Baureno.

“Di sini ada sejumlah perahu karet. Tapi, di Posko BPBD Padangan dan Baureno, masing-masing kami persiapkan satu perahu karet,” katanya, menegaskan.

Tidak hanya itu, katanya, berbagai persiapan lainnya, yaitu, dapur umum kendaraan, juga pelampung dan kebutuhan lainnya.

“Soal personel kita juga sudah siap, ” ucapnya

Kasi Sarana dan Logistik BPBD MZ. Budi Mulyono, menjelaskan BPBD masih memiliki beras 12 ton lebih, yang dipersiapkan untuk membantu korban bencana.

“Beras yang tersedia itu untuk korban bencana tidak hanya banjir, tapi juga korban angin kencang, kebakaran dan tewas tenggelam,” jelas dia.

Selain beras, lanjut dia, berbagai kebutuhan untuk membantu korban bencana, tersedia lebih dari cukup, antara lain, selimut 1.722 lembar, kasur 377 lembar, juga berbagai keperluan lainnya bagi korban bencana.

BPBD, lanjut dia, juga masih memiliki persediaan 38.350 karung, yang dipersiapkan untuk mengatasi tanggul yang jebol diterjang banjir.

Sebelum ini, kata Budi, BPBD telah menyalurkan bantuan beras kepada korban bencana angin kencang, kebakaran dan keluarga tewas tenggelam sebanyak 485 paket (15 kilogram per paket), dalam dua bulan terakhir.

“Bantuan beras terbanyak diberikan kepada warga korban angin kencang, dalam kejadian angin kencang memasuki musim hujan November ini,” kata Budi. (*/mcb)

Leave a Comment