Share

Pemkab Bojonegoro Persiapkan Kebutuhan Untuk Acara “OGP”

Bojonegoro, 16/10 (Media center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sejak dua hari lalu mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk acara fesatival Keterbukaan Pemerintah Daerah atau Opent Government Patnership” (OGP), pada 19-20 Oktober.

“Berbagai keperluan untuk acara “OGP” sudah mulai kita persiapkan yang akan menempati lantai 1,2 dan 5 gedung baru pemkab,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, di Bojonegoro, Minggu (

Menurut Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Kominfo Bojonegoro Djoko Suharmanto,berbagai persiapan yang dibutuhkan di dalam acara “OGP”, antara lain, berbagai banner yang berisi keterbukaan anggaran di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemkab.

“Sesuai target penataan berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk acara “OGP” harus sudah jadi, kata dia, yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Heru Sugiharto.

Sesuai rencana, lanjut dia, banner yang berisi alokasi anggaran APBD 2016, juga alokasi anggaran di seluruh SKPD itu tetap akan dibiarkan terpasang setelah acara “OGP” selesai agar masyarakat juga bisa tahu.

Kusnandaka Tjatur, sebelumnya, menyebutkan ada dua Menteri Negara yang dipastikan menghadiri acara “OGP” pada 19-20 Oktober.

Dua Menteri Negara yang hadir yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Sedangkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Ketua KPK Agus Rahardjomasih belum ada kepastian bisa hadir.

“Menteri yang hadir akan menjadi narasumber dalam kegiatan festival “OGP”,” jelas dia.

Ketiga menteri itu akan membawakan materi masing-masing “OGP” dan peningkatan pelayanan publik, “OGP” dan kualitas perencanaan, dan “OGP” dan pembangunan desa.

Selain itu sesuai rencana Ketua KPK Agus Rahardjo juga akan membawakan materi “OGP” dan penegakan korupsi, dan dari Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dengan materi “OGP” dan pelaksanaan “SDG’s”.

Bupati Bojonegoro Suyoto juga ikut memberikan materi dengan judul Implementasi “OGP” di Bojonegoro.

Menurut dia, festival OGP yang digelar itu merupakan aksi yang dilakukan daerahnya karena terpilih sebagai percontohan “OGP” tingkat dunia bersama dengan 14 kota lainnya di dunia.

Di dalam kegiatan “OGP” akan ditampilkan pelayanan publik, keterbukaan pemerintahan desa, transparansi anggaran dan keterbukaan dokumen kontrak dalam pengadaan barang dan jasa di jajaran pemkab.

“Juga ada penilaian lima desa yang masuk nominasi dalam melaporkan transparansi anggaran desa,” ucapnya menambahkan. (*/mcb)

Leave a Comment