Share

Pemkab Bojonegoro Siaga Hadapi Banjir Musim Hujan

Bojonegoro, 18/1 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sudah menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman banjir luapan Bengawan Solo, juga banjir bandang selama musim hujan tahun ini.

“BPBD sudah menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman banjir luapan Bengawan Solo, juga banjir bandang,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Jumat (18/1).

Menurut dia, berbagai kebutuhan mulai tenda pengungsi, dapur umum, juga perahu karet sudah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana termasuk banjir luapan Bengawan Solo.

“Saat ini Bengawan Solo di hilir Jatim, aman di bawah siaga banjir. Meskipun di daerah hulu, Jurug, Solo, Jawa Tengah, ketinggian air Bengawan Solo masuk siaga hijau,” ucapnya.

Ia menambahkan kebutuhan bahan banjiran untuk pengadaan batu, zak dan bronjong mencapai Rp353 juta, pengadaan air bersih termasuk untuk kemarau Rp200 juta dan untuk pengadaan sembako dengan jumlah 900 paket mencapai Rp179,5 juta.

Sesuai laporan BPBD menyebutkan meluapnya Kali Ganggang, disebabkan hujan deras sehari lalu menimbulkan genangan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kanor dan Kepobaru.

Genangan air banjir, lanjut dia, merendam puluhan hektare tanaman padi, juga merendam pekarangan rumah warga juga jalan desa.

“Di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, jalan desa sepanjang 100 meter terendam air banjir dengan ketinggian berkisar 10-60 centimeter. Tapi sekarang banjir sekarang sudah surut,” ucapnya menambahkan.

Ia memberikan gambaran di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, tanggul di sungai setempat jebol sepanjang 4 meter, mengakibatkan tanaman padi seluas 20 hektare dengan usia dua pekan di Desa Simbatan, Pesen dan Palembon, terendam air banjir.

Di Kecamatan Balen, genangan banjir juga merendam belasan rumah warga juga merendam areal persawahan di sekitar saluran irigasi.

Di Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, tiga titik tanggul di sungai setempat jebol mengakibatkan jalan poros sepanjang 100 meter tergenang air banjir berkisar 10-20 ceentimter.

Tanggul Sungai Mekuri jebol tiga titik dengan panjang kurang lebih 5 meter yang mengkibaatkan 50 hektare tanaman padi dengan usia depan terendam air banjir dan luapan air banjir juga mengakibatkan pekaranwarn sejumlah warga terendam air banjir.

Di Desa Sumirejo, Keamatan Kepohbaru, banjir merendam jalan poros kecamatan sepanjang 1,5 kilomter dengan ketinggian berkisar 20-50 centimeter.

“Banjir di wilayah setempat juga merendam tanaman padi, tapi tidak luas, termasuk sejumlah rumah warga juga terendam air,” ucapnya.

Yang jelas, kata dia, BPBD melakukan koordinasi dengan pihak desa dan melakukan kaji cepat untuk mendata yang terdampak dan taksir kerugian. Saran Tindak : Dimohon untuk melakukan pengerukan / Normalisasi Sungai Kalikerjo, Sungai Mengkuris, Sungai Ganggang dan perbaikan tanggul yang jebol pada sungai Mengkuris oleh dinas atau instansi terkait

“BPBD siapkan 3.000 zak untuk penanganan tanggul jebol,” ucapnya menegaskan. (*)

Leave a Comment