Share

Pemkab Bojonegoro Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

Bojonegoro, 27/12 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa memangkas sejumlah program karena turunnya dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi dan adanya kelebihan bayar DBH migas.  Namun, anggaran untuk dana pendidikan tidak termasuk salah satu yang dipangkas.

“Sejak awal cara mengelola anggaran ada tanda bintang, mana yang lebih prioritas akan diutamakan. Khusus dana pendidikan tidak ada yang dipangkas,” ujar Bupati Bojonegoro, Suyoto beberapa waktu lalu.

Pemangkasan itu salah satunya karena Dana Bagi Hasil (DBH) Migas tahun 2015 ditengarai kelebihan bayar. Sehingga, pemkab Bojonegoro harus mengembalikan kelebihan sebesar Rp550 miliar yang dibayar secara bertahap kepada Kementerian Keuangan.

Suyoto mengungkapkan jika adanya kelebihan bayar tersebut sehingga harus mengembalikan uang DBH Migas kepada pemerintah pusat. Namun DBH Migas yang diterima Pemkab Bojonegoro tersebut sudah dipakai untuk kebutuhan pembangunan daerah.(dwi/mcb)

Leave a Comment