Share

Pemkab Bojonegoro Tambah Anggaran Untuk Penerangan Jalan

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Djuwana Purwiyanto menyampaikan, alokasi anggaran untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun 2015 ini mencapai Rp9,2 milyar.

“Alokasi tersebut, diperkirakan untuk pembayaran sampai 10 bulan, namun ternyata hanya memenuhi pembayaran sampai dengan 7 bulan saja,” ujarnya pada kanalbojonegoro.com, Sabtu (19/9).

Tidak cukupnya alokasi tersebut, membuat Pemkab Bojonegoro tidak lagi mampu membayar PJU untuk tiga area. Yakni area Caruban, area Bojonegoro dan area Cepu.

“Kami sudah mengajukan tambahan anggaran di APBD Perubahan mencapai Rp7 milyar,” tambahnya.

Tambahan itu, digunakan untuk pembayaran PJU diseluruh wilayah Bojonegoro sampai dengan akhir tahun 2015.

“Sekar sudah diputus sejak selasa lalu,” tambahnya.

Sementara itu, PLN Area Bojonegoro juga melayangkan surat kepada Pemkab Bojonegoro. Surat dengan Nomor 0703/AGA.01.01/AREA-BGR/2015 tentang pembayaran rekening listrik. Maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila pelanggan belum bisa melunasi tagihan listrik sampai dengan tanggal 20 setiap bulannya maka. Akan dikenakan sanksi antara lain pemutusan sementara aliran tenaga listri.

Selain itu juga dikenakan biaya keterlambatan sesuai tarif daya kontrak. Selanjutnya akan dilakukan pembongkaran apabila dalam waktu 90 hari belum melunasi tagihan listrik dan biaya keterlambatan.

Kepala Rayon Caruban, Prasetyo, mengatakan, perintah ini datangnya dari  manager area madiun Nur Sujatmiko. Ditegaskan sebanyak 44 titik Penerangan Jalan Umum yang berada diwilayah Kecamatan Sekar diputus sejak hari selala lalu.

“Keputusan berat ini diambil oleh PLN karena  keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tandasnya.

Ditambahkan, pemutusan dan pembongkaran instalasi akan dilakukan oleh PLN apabila sampai 90 hari sejak keterlambatan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak melakukan pembayaran.

Tidak hanya itu berdasarkan capaian kinerja bahwa dengan keterlambatan bayar ini pihaknya mendapatkan predikat terendah dari 7 wilayah kerja di PLN Area Madiun.(dwi/*mcb)

Leave a Comment