Share

Pemkab Bojonegoro Tegur Perusahaan Tak Tertib UMK

Bojonegoro, 10/1 (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Pemkab Bojonegoro, menegur salah satu perusahaan di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, yang menjadi distributor makanan ringan untuk menetapkan gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017 sebesar Rp1.582.615.000

Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Imam WS, menyatakan, meskipun perusahaan tersebut baru berjalan empat bulan namun kewajiban kepada karyawan harus tetap diberikan.

“Alasan mereka tidak tahu aturan itu,” ujarnya, Selasa (10/1).

Dari hasil pengecekan di lapangan, perusahaan yang dipimpin oleh warga negara Cina tersebut memiliki 33 tenaga kerja dari desa sekitar. Tidak ditemukan tenaga kerja asing atau dari luar kota Bojonegoro.

“Gaji yang diterima rata-rata yang enam ratus ribu sampai satu juta dua ratus rupiah,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau bagi semua perusahaan yang ada di Bojonegoro untuk menerapkan hal yang sama. Terlebih, kebutuhan pokok sehari-hari juga meningkat.

“Ada sekitar 443 perusahaan yang ada di Bojonegoro, namun belum semuanya menerapkan UMK,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment