Share

Pemkab Bojonegoro Teliti UKL-UPL Tambang Kapur

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan meneliti UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) PT Wira Bumi Sejati Surabaya, yang melakukan penambangan tanah kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno.

“Penelitian UKL-UPL penambangan tanah kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, untuk mengetahui tanggung jawab PT Wira Bumi Sejati terkait reklamasi penambangan yang sudah dilakukan,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Bojonegoro Agus Supriyanto, Rabu (28/10).

Ia mengaku telah meminta salinan UKL-UPL penambangan tanah kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, ketika melakukan peninjauan di lokasi, bersama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), juga pihak terkait lainnya, Rabu (28/10).

Menurut dia, peninjauan yang dilakukan tersebut, disebabkan penambangan kapur di desa setempat memperoleh protes warga Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, Lamongan, disebabkan menimbulkan pencemaran debu.

“Warga Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, memprotes, dengan menggelar demo, sebab penambangan tanah kapur menimbulkan polusi debu,” ucapnya.

Protes lainnya, katanya, juga disampaikan sebagian warga Desa Gajah, Kecamatan Baureno, yang terganggu dengan penambangan tanah kapur yang dilakukan malam hari.

“Sesuai izin seharusnya penambangan tanah kapur harus berhenti pukul 17.00 WIB. Tapi, perusahaan itu tetap menambang batu kapur sampai malam hari,” jelas dia.

Selain itu, katanya, warga Desa Gajah, juga memprotes dengan mendatangi DPRD, karena di lokasi penambangan ada karaoke, yang diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung.

Menurut Pengawas lapangan PT Wira Bumi Sejati, Surabaya, Huda, perusahaannya memperoleh izin penambangan tanah kapur di areal seluas 200 hektare di Desa Gajah, Tlogoagung, Sumuragung, dan Gunungsari, Kecamatan Baureno dan di Kecamatan Babat.

“Ada 18 tenaga kerja yang ikut bekerja menambang tanah kapur. Peralatan yang kami manfaatkan empat alat berat, dengan hasil rata-rata sekitar 200 truk per hari,” jelas dia. (*/mcb)

Leave a Comment