Share

Pemkab Bojonegoro Tetapkan Status KLB Difteri

Bojonegoro, 13/2 (Media Center) – Dinas Kesehatan Bojonegoro, menetapkan sebagai KLB (Kasus Luar Biasa) untuk Difteri. Hal ini dikarenakan, ada peningkatan yang signifikan kasus difteri dari tahun lalu sampai sekarang. Dimana sejak September 2017 sampai Februari 2018 ada delapan kasus difteri dan satu orang meninggal.

“Sehingga perlu ada penanganan yang serius,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Susmiati.

Pemkab Bojonegoro mengambil langkah untuk memberikan vaksin kepada masyarakat Bojonegoro. Yang menjadi sasaran utama adalah anak usia 1-19 tahun tanpa pandang status. Tercatat ada lebih dari 326.130 anak yang divaksin.

“Pemberian imunisasi difteri akan dilakukan sebanyak tiga putaran pada bulan Februari, Juli, November,” tukasnya.

Bupati Suyoto secara terpisah mengatakan, ancaman nyata di bidang kesehatan yaitu difteri. Difteri dapat menyebabkan kematian kepada manusia. Difteri dapat dicegah dengan memberikan imunisasi kepada masyarakat.

“Imunisasi diberikan sebanyak tiga kali namun itu juga belum cukup, seharusnya sebanyak tujuh kali pemberian imunisasi difteri,” imbuhnya.

Hal ini bila tidak ditangani dengan cepat mengakibatkan potensi merembetnya semakin cepat. Dan potensi menularnya difteri semakin cepat ini diakibatkan belum semua melakukan imunisasi yang tuntas. Karena hal ini sangat penting maka harus fokus dalam menanggulanginya.

“Harus segera berbagi peran agar tidk terjadi miskomunikasi. Sehingga nanti kedepan tidak terjadi disaster (kebencanaan). Dan semua pihak harus bisa saling bekerja sama dan membantu agar masalah ini bisa menanganinya,” pungkasnya. (*dwi/mcb)

Leave a Comment