Share

Pemkab Bojonegoro Tolak Beri Rekomendasi Penambang Pasir Mekanik

Bojonegoro, 1/11 (Media Center) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan, para penambang pasir yang berada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo bersikeras untuk tetap menggunakan alat mekanik.

“Mereka mau mengajukan izin, tapi ngotot menggunakan alat mekanik, ya tidak bisa,” ujar Kepala Bidang Pertambangan Migas, Dinas ESDM Erik, Selasa (1/11).

Keinginan mereka untuk menggunakan alat mekanik dalam mengambil pasir dianggap lebih efisien dan menguntungkan daripada tambang manual. Padahal, apabila menggunakan secara manual atau tenaga manusia, pemkab Bojonegoro memberi toleransi dan bisa memberikan rekomendasi ke Pemprov Jatim.

“Kalau maunya tetap seperti itu, akan kita tindak meski beroperasi secara diam-diam,” tegasnya.

Tindakan Dinas ESDM ini dengan menggandeng Badan Lingkungan Hidup dan Satpol PP dengan melakukan penertiban atau penutupan. Atau dengan tindakan hukum dengan melaporkannya ke Kepolisian setempat.

“Penertiban akan terus dilakukan, mengingat penambangan pair ilegal menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam infrastruktur seperti jembatan dan bangunan lainnya yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment