Share

Pemkab Bojonegoro Undang Pertamina Bahas Sumur Minyak

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengundang Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, untuk membahas penanganan pengelolaan lapangan sumur minyak tua di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan, Rabu (23/12).

“Dalam membahas lapangan sumur minyak tua, kami juga mengundang SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), dan perwakilan penambang,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Bojonegoro Agus Supriyanto, Senin (21/12).

Ia menjelaskan berbagai pihak yang diundang itu, akan diminta masukan dalam menangani lapangan sumur minyak tua di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan.

“Pertemuan itu akan menampung keingginan semua pihak dalam pengelolaan lapangan sumur minyak tua,” katanya, menegaskan.

Menurut dia, masukan dari berbagai pihak itu, akan dijadikan acuan dalam pengelolaan lapangan sumur minyak tua di daerahnya, yang masuk wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

“Ya, jelas pemkab tidak ingin ada gejolak sosial terkait penertiban yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, kepada para penambang sumur minyak tua,” ucapnya, menambahkan.

Humas Paguyuban penambangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, Trisno, menambahkan para penambang lebih senang menjual produksi sumur minyak kepada penyuling tradisional, karena lebih menguntungkan.

Selama ini, lanjut dia, penyuling minyak tradisional membeli minyak mentah dengan harga mRp2.600 per liter, tapi kalau disetorkan kepada paguyuban imbalan jasa yang diterima Rp1.800 per liter.

“Kalau imbalan jasa dinaikkan Pertamina EP Asset 4 Filed Cepu akan rugi, sebab harga minyak dunia turun,” tandasnya.

Sesuai data, di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan, terdapat 772 titik sumur minyak dan 504 dapur penyulingan tradisional minyak mentah, dengan produksi rata-rata sekitar 1.500 barel per harinya. (*/mcb)

Leave a Comment