Share

Pemkab Bojonegoro Waspada Banjir Sampai Maret

Koordinasi yang kami lakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk daerah tetap diminta mewaspadai ancaman banjir sampai Maret

Bojonegoro (Media Center) – Pemkab Bojonegoro, Jatim, mewaspadai ancaman banjir di wilayahnya baik luapan Bengawan Solo maupun anak sungainya dengan memperhitungan curah hujan masih tinggi sampai Maret.

“Koordinasi yang kami lakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk daerah tetap diminta mewaspadai ancaman banjir sampai Maret, sebab curah hujan masih berpotensi menimbulkan banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Amir Syahid, Jumat.

Ia menjelaskan kewaspadaan ancaman banjir tersebut dilakukan mengingat curah hujan yang akan terjadi sampai Maret masih cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan banjir.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan pemkab tetap akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi lainnya yang tergabung dalam Tim Operasi Pengendalian Bencana (Opsdal) di daerahnya kalau sewaktu-waktu datang ancaman banjir.

“Meskipun saat ini kondisi Bengawan Solo aman, tapi masyarakat juga kami minta waspada menghadapi ancaman banjir. Kita tidak boleh lenggah, apalagi banjir juga mulai terjadi di daerah lainnya di Indonesia,” paparnya.

Menurut dia, berbagai kebutuhan menghadapi ancaman bencana terutama banjir sudah dipersiapkan, mulai perahu karet untuk proses evakuasi warga, dapur umum, tenda umum, bahkan lokasi gedung pengungsi di Trucuk juga siap dimanfaatkan.

Tidak hanya itu, katanya, pihaknya juga memiliki persediaan bahan makanan lebih dari cukup, di antaranya, beras 18 ton, juga makanan siap saji.

“Kalau memang kurang kita bisa meminta tambahan kepada BPBD Provinsi Jatim atau BNPB khusus makanan siap saji,” katanya, menegaskan.

Leave a Comment