Share

Pemkab Gelar Rakor SPBE dan Smart City

Bojonegoro, Guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan semua komponennya, Kamis (5/7) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Smart City. Rapat dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bojonegoro doktor Suprianto SH MH dengan menghadirkan beberapa narasumber.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Bojonegoro terpilih menjadi kota smart city pada tahap pertama menuju 100 kota smart city. Untuk SPBE bahwa dalam tata kelola pemerintahan pusat dan daerah untuk mentransformasikan dari manual menjadi berbasis IT ada tiga domain dan 35 indikator penilaian, untuk tahap an evaluasi akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli di Jakarta. Ada 5 tingkatan tata kelola yakni rintisan, terkelola, terintegrasi dan terukur.

“Indeks kita 3,80 dengan indeks presentasi baik yang nanti akan dilakukan evaluasi di Kementerian PAN RB di Jakarta. Adanya kesepahaman pengembangan SPBE, terumuskannya SPBE antar SKPD baik DPA, RKA, Renja dan Renstra,” jelas Kusnadaka di ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro.

Dalam agenda ini pula, Pj Bupati Bojonegoro Suprianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk PNS masa lampau khususnya dalam pelayanan mendatangi secara fisik, demikian pula administrasi harus mengetik.

“Kedepan, layanan tidak lagi bertatap muka namun bertemu dengan sistem. Bahkan orang tidak perlu datang lagi namun cukup di rumah saja, namun tentunya barcode dan security printing harus dipikirkan,” lanjutnya.

Ia tak menampik jika nantinya kemungkinan masih banyak masyarakat yang endatangi secara fisik untuk mengurus administrasi. “Karena masyarakat kita majemuk ada yang sudah melek teknologi namun sebagian masih akan melakukan dengan cara konvensional,” terangnya.

Untuk merumuskan rancangan ini, maka Pemkab Bojonegoro menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Surabaya untuk memberikan pedoman dan pembelajaran, sehingga akan menambah pengetahuan. Dibutuhkan penyelarasan salahsatunya adalah disisi SDM.

Supriyanto juga mengimbau agar seluruh SKPD mengikuti semua materi secara tuntas dengan sungguh sungguh. Ia mengharapkan untuk kelanjutan agar ada pendampingan dari ITS. Selanjutnya masalah hambatan khususnya layanan dasar agar dilakukan sinkronisasi sehingga target dari Menpan RB bisa dilaksanakan di Bojonegoro.(*mcb)

Leave a Comment