Share

Pemkab Ingatkan Warga Agar Tidak Menambang Ilegal

Bojonegoro, 13/2 (Media Center) – Bagian Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan, lokasi penambangan pasir yang ada di Kabupaten Bojonegoro hingga kini masih banyak yang tidak mengantongi izin.

Meskipun banyak yang mengajukan izin usaha pertambangan dari pelaku tambang, namun dari semua pengajuan tidak ada yang memenuhi syarat.

“Kami peringatkan, jangan ada yang melakukan penambangan secara ilegal,” ujar Kasubag SDM dan Lingkungan Bagian SDA, Dadang Aris, Senin (13/2).

Selama ini, kata dia, semua lokasi penambangan pasir baik di bantaran sungai Bengawan Solo, maupun pasir darat, di Bojonegoro tidak ada yang berizin. Sementara untuk penambangan darat, baru tiga orang saja yang kini tengah berproses mendapatkan surat Wilayah Izin Usaha Pertambangan atau WIUP.

Ketiga pengusaha lokal yang kini menunggu proses penerbitan WIUP yakni CV Multi Tunas Mandiri yang berlokasi di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, dengan material tanah urug. Kemudian, Joko Arumono yang berlokasi di Desa Tebon, Kecamatan Padangan, dengan material pasir dan batu atau sirtu, dan Ahmad Amirudin Azis yang berlokasi di Desa Katur, Kecamatan Gayam dengan material sirtu.

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan secara ilegal, karena selain membahayakan bagi lingkungan juga dapat mengancam nyawa jika tidak mengetahui prosedur yang benar dalam menambang.

“Kami menyayangkan, atas kematian salah satu penambang di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu minggu lalu,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment