Share

Pemkab Minta Pertamina EP Bersikap Tegas

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, meminta kepada Pertamina EP untuk bersikap tegas terhadap tata kelola sumur tua yang dirasa carut marut selama ini baik itu kerusakan lingkungan, dampak sosial, maupun tidak adanya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono meminta agar Pertamina EP tidak tutup mata dengan keberadaan investor luar yang didomisili oleh mantan pejabat dan walikota. Meski tidak menyebut nama, namun hal itu menjadi perhatian besar Pemkab Bojonegoro.

“Selama ini kami juga tidak pernah mendapatkan laporan, berapa pendapatan asli daerah dari sumur tua,” tegasnya saat melakukan rapat koordinasi di rumah dinas bupati, Selasa malam (3/3/2015) dengan Pertamina EP, SKK Migas Jabamanusa dan Dirjen Migas.

Bahkan, wabup menilai Pertamina tidak merasa bertanggung jawab dengan segala permasalahan selama ini. Justru ketika terjadi kecelakaan kerja atau blow out, pemkab yang menanggungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Suprianto, mengatakan permasalahan sumur tua yang selama ini menjadi momok diantaranya maraknya pengolahan tradisional dan belum adanya UKL-UPL.

“Sementara masalah sosial yang terjadi adalah belum terpenuhinya kesejahteraan penambang sumur sesuai yang diamanahkan Peraturan Menteri No 1 Tahun 2008,” tegasnya.

Terpisah, Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Wresniwiro, mengaku telah berupaya mengurangi dampak sosial dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan dengan penambang.

“Bahkan, kami berkoordinasi dengan TNI maupun pihak kepolisian dan mengirimkan laporan secara rutin kepada Polres setempat,” ujarnya.

Pengakuan tersebut dibantah keras oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Ady Wibowo. Menurut Kapolres, selama dirinya menjabat belum pernah sekalipun pihak Pertamina EP melakukan koordinasi dengan instansi yang dipimpinnya.

“Ketemu saja baru sekarang, kok berani bilang seperti itu,” cetusnya. (rin/*acw)

Leave a Comment