Share

Pemkab: Pembebasan Lahan Waduk Gongseng Bojonegoro Bertahap

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan pembebasan lahan yang akan dimanfaatkan lokasi Waduk Gonseng, baik tanah milik warga, Perhutani dan tanah kas desa (TKD) di Kecamatan Temayang, dilakukan bertahap.

“Pembebasan lahan lokasi Waduk Gongseng, dilakukan bertahap. Jadi, tidak bisa dianggap pembebasannya mundur atau tertunda,” kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edy Sutanto, di Bojonegoro, Jumat (16/10).

Ia menjelaskan proses pembebasan lahan, sudah berjalan. Karena, proses pembebasan lahan ini melalui tiga tahap. Yaitu tanah yang dibebaskan milik warga desa, termasuk tanah kas desa.

Kemudian warga yang rumahnya direlokasi akan menempati tanah Perhutani, juga di Kecamatan Temayang, tidak jauh dari lokasi Waduk Gonseng.

“Sebagai gantinya Perhutani memperoleh tanah pengganti, yaitu, di Kecamatan Kasiman,” ucapnya.

Kepala Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Gunari, menyebutkan tanah di desanya yang dibebakan sekitar 46 hektare, di antaranya, 4,5 hektare tanah kas desa (TKD) dan lainnya tanah milik warga.

Ia juga menjelaskan di Dusun Kalimati di Desa Papringan, tercatat 200 Kepala Keluarga atau sekitar 1.000 jiwa rumah penduduk yang harus direlokasi.

“Kami berharap ganti rugi tanah yang dibebaskan menguntungkan warga,” ucapnya.

Proyek nasional Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, merupakan pengadaan untuk kantung-kantung air. Proyek merupakan pendamping Waduk Pacal, yang mulai dangkal karena faktor usia (dibangun tahun 1933).

Waduk Gongseng untuk tampungan air —terutama di kawasan yang jauh dari Sungai Bengawan Solo—Bojonegoro bagian selatan. Selain membangun waduk, daerah setempat juga memprogramkan membangun 1.000 embung, sebagai usaha mensukseskan Bojonegoro Lumbung Pangan dan Energi.(sa/mcb)

Leave a Comment