Share

Pemuda Muhammadiyah Dukung Sekolah Lima Hari

Bojonegoro, 18/6 (Media Center) – PP Pemuda Muhammadiyah mendukung kebijakan Pemerintah yang akan menerapkan jam masuk sekolah lima hari dengan pertimbangan kebijakan masuk sekolah itu lebih mengarah membentuk karakter dan akhlak siswa.

“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan jam sekolah lima hari,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah DR. Dahnil Anzar Simanjuntak di Bojonegoro, Minggu (19/6/2017).

Menurut dia yang hadir dalam Kajian Ramadhan yang digelar PD Muhammadiyah Bojonegoro, kebijakan lima hari sekolah itu juga didukung dengan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur berbagai permasalahan jam sekolah lima hari.

“MUI yang semula menolak sekarang bisa menerima setelah membaca Permen dan PP tentang jam sekolah lima hari,” ucapnya.

Ia memberikan gambaran jam sekolah lima hari itu perhitungannya masing-masing delapan jam dalam sehari, tetapi pembagiannya lima jam di dalam kelas dan tiga jam di luar kelas atau bisa diiisi dengan berbagai kegiatan lainnya.

“Guru akan lebih mudah mengawasi siswa. Apalagi denga perkembangan sekarang ini siapa yang bisa menghadang derasnya dampak negatif media sosial,” katanya menjelaskan.

Dengan demikian, menurut dia, berbagai permasalahan yang menyangkut pendidikan lebih mengarah karena guru bisa langsung mengawasi, juga bisa menambah dengan kegiatan lainnya di luar sekolah.

Meski demikian, lanjut dia, sekolah yang belum bisa menerapkan jam sekolah lima hari bisa menyesuaikan tidak harus memaksakan.

Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro Suwito menambahkan kegiatan kajian Ramadhan ini dengan menghadirkan Ketua Umum PP Muhamamadiyah DR. Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mengkaji berbagai permasalah sosial yang terjadi di Tanah Air.

“Permasalahan yang terjadi tidak hanya sekolah lima hari, tetapi juga masalah terorisme,” katanya. (*/mcb)

Leave a Comment