Share

Penambang Minyak Tradisional Bojonegoro Kunjungi Gua Pindul

Bojonegoro (Media Center) – Para penambang minyak tradisional di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (28/2), mengunjungi Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, untuk belajar mengelola objek wisata.

“Ada 30 penambang minyak tradisional Bojonegoro, yang ikut ke Gua Pindul Mereka berdiskusi dengan jajaran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Kidul dalam mengelola objek wisata,” kata Kepala Pusat Litbang LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Sri Suryaningsum, di Yogyakarta, Minggu (28/2).

Sebelum itu, para penambang minyak mentah yang juga didampingi Camat Kedewan, Moch.Tarom, Kepala Desa Hargomulyo, juga mengunjungi objek wisata Gunung Merapi, dan Museum Merapi, di Sleman Yogyakarta.

“Pelaku wisata di Gunung Kidul, selain pemkab juga desa. Keduanya saling mendukung,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kunjungan para penambang minyak tradisional ke objek wisata di Yogyakarta itu, karena adanya keingginan penambang juga berbagai pihak lainnya menjadikan lapangan sumur minyak tua sebagai objek wisata.

Dengan demikian, Bojonegoro bisa meniru dan mengembangkan objek wisata yang ada di daerahnya, sehingga tetap asli dengan keunikan yang dimiliki.

“Pak Camat Kedewan Moch. Tarom, yang ikut dalam rombongan sempat menyampaikan bahwa di daerahnya juga ada sungai yang mengalir dengan air yang jernih dengan tebing yang tinggi, tapi tidak ada guanya,” ucapnya.

Usia berdiskusi yang juga dihadiri jajaran Disbudpar Gunung Kidul, kemudian para penambang dengan rombongan, berwisata “ngilir” atau “cave tubing” di Gua Pindul. Ikut dalam rombongan.

Tim UPN “Veteran” Yogyakarta, juga jajaran Pertamina EP, SKK Migas, dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah dan jajaran Pemkab Bojonegoro.

“Cave tubing”, di objek wisata Gua Pindul yaitu melewati aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, dengan waktu sekitar 1 jam.

Ia menambahkan harus ada nota kesepahaman antara Disbudpar Gunung Kidul dengan Disbudpar Bojonegoro, dalam pengelolaan objek wisata, seperti menjadikan lapangan sumur minyak tua menjadi objek wisata.

“Tujuannya agar Disbudpar Gunung Kidul bisa leluasa memberi contoh standar operasional prosedur dan teknis-teknis wisata,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment