Share

Pendapatan Tidak tercapai, Pemkab Upayakan Pinjaman

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih berupaya untuk mengantisipasi gagal bayar bayar terhadap program pembangunan yang sudah berjalan saat ini karena target pendapatan yang tidak tercapai.

“Kami akan melakukan pinjaman cash flow jika efisiensi anggaran tidak mencukupi  menutup semua kegiatan yang telah berjalan,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Hari Kristianto.

Dia menyatakan, pinjaman tersebut akan dilakukan karena daro total belanja Rp3,2 triliun hampir dipastikan ada Rp146 miliar tidak tercapai pendapatan yang sumbernya dari DBH migas, pajak triwulan IV, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak dibayarkan oleh pemerintah pusat.

“Total DBH Migas dan pajak yang tidak dibayarkan senilai Rp121 miliar, sedangkan DAK Rp24 miliar sehingga total Rp146 miliar,” tambahnya.

Hari menambahkan saat ini Pemkab Bojonegoro berupaya melakukan efisiensi semua kegiatan tahun 2015. Akan tetapi, jika tetap tidak bisa menutupi terpaksa melakukan pinjaman tersebut ke Bank.

“Kami masih mencari tata kelola yang baik untuk menjalani prosedur peminjaman itu,” tutupnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment