Share

Penelitian ITB: Pelepah Pisang Bojonegoro Terbaik

Foto: Ilustrasi

Bojonegoro (Media Center) – Setelah melalui uji penelitian yang dilakukan oleh Institut Tekhnologi Bandung, ternyata pelepah pisang asal Bojonegoro adalah yang terbaik. Hal itu diungkapkan oleh Suyitno, warga Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Suyitno sendiri adalah pelaku budi daya pelepah pisang yang telah sukses mengembangkan kerajinan dari kulit pohon pisang tersebut. “Memang pernah diteliti ITB, dan diakui pelepah yang ada di Bojonegoro adalah yang terbaik,” ujarnya.

Berkisah tentang lika-likunya dalam menggeluti kerajinan pelepah pisang, Suyitno yang sebelumnya berprofesi sebagai kondektur bus jurusan Surabaya-Solo itu menerangkan, bahwa pelepah pisang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

“Awalnya saya hanya membuat sebuah tas dari pelepah pisang, lalu kebetulan ada teman yang tertarik,” ujar Suyitno yang hanya lulusan SMA tersebut. Namun Suyitno mengakui, bahwa kala itu dirinya masih tidak percaya diri dengan karyanya itu.

“Waktu itu saya bohong, tas itu buatan Bali. Ternyata dibeli senilai Rp 25 ribu,” kisahnya. Berdasarkan pengalamannya itulah, kemudian Suyitno mempunyai inisiatif untuk membuat kerajinan lebih massal lagi.

“Saya kemudian mendapat bantuan dana untuk pengembangannya,” ujarnya. Dari situlah kemudian akhirnya Suyitno benar-benar mendapat berkah dari pelepah pisang yang dikembangkannya.

“Nilai ekonomisnya lumayanlah, satu buah tas yang sederhana bisa dijual seharga Rp 20 sampai 30 ribu,” terangnya. Bahkan berkat ketekunannya, Suyitno berhasil memperoleh berbagai penghargaan, diantaranya adalah Juara III tingkat nasional dan Juara I untuk tingkat provinsi terbaik.

Kesuksesan Suyitno tak lantas membuatnya merahasiakan keahlian itu. “Rumah saya terbuka, setiap hari menerima masyarakat yang ingin belajar menekuni kerajinan pelepah pisang ini, “ tambahnya. Dia mencontohkan, bahwa sebenarnya di Bojonegoro sendiri telah terdapat beberapa sentra kerajinan pelepah pisang, sayangnya, menurut dia, pelepah pisang itu hanya diolah menjadi tali, sehingga kurang bernilai ekonomis. (ramcb)

Leave a Comment