Share

Penertiban Sumur Tua Dihadang, Pertamina-Penambang Bertemu

Sebelumnya, para penambang sumur tua tersebut melakukan penghadangan terhadap penertiban yang dilakukan Pertamina bersama Satuan Polisi Militer (SPM) Bojonegoro, Muspika setempat, dan KSO-PEP PT Geo Cepu Indonesia pada hari Rabu (5/2/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Setelah peristiwa penghadangan yang dilakukan oleh penambang di kawasan tambang minyak peninggalan Belanda, pihak Pertamina Asset 4 Field Cepu melakukan pertemuan dengan penambang sumur minyak tua di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/2/2014).

Sebelumnya, para penambang sumur tua tersebut melakukan penghadangan terhadap penertiban yang dilakukan Pertamina bersama Satuan Polisi Militer (SPM) Bojonegoro, Muspika setempat, dan KSO-PEP PT Geo Cepu Indonesia pada hari Rabu (5/2/2014).

Hubungan masyarakat (Humas) PEP Aset 4 Field Cepu, Aulia Arbani, membenarkan adanya pertemuan dengan penambang. Pertemuan itu untuk membahas penghadangan dalam penertiban tersebut. “Hari ini ada pertemuan dengan penambang. Ini atas permintaan penambang,” kata Aulia saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (6/2/2014).

Dia mengungkapkan, dalam penertiban kemarin rencananya ada sejumlah sumur tua ilegal yang akan ditertibkan. Diantaranya KW05, KW Phz 01, Phz 05, KWP 15, KWP 20, KW08, KW 11, KW 89, KW 118. Namun baru satu sumur yang berhasil ditertibakan yakni sumur KW05, penambang melakukan perlawanan dengan menghadang mobil Pertamina dan petugas, serta masuk ke lokasi dan mematikan listrik.

“Karena kondisi tidak kondunsif penertiban kita hentikan dan tunda sementara. Kemudian hari ini kita lanjutkan pertemuan untuk bernegoisasi,” papar Aulia. Ia menambahkan, sebelum penertiban, Pertamina telah melakukan pertemuan dengan penambang sumur tua di Kawengan untuk membahas penambangan tersebut.

“Kita sudah mensosialisasikan kepada mereka kalau penambangan yang mereka lakukan tidak sah, karena tidak memiliki ijin,” pungkas dia. (numcb)

Leave a Comment