Share

Pengembangan Jambaran-TBR Bojonegoro Minim Tenaga Lokal

Bojonegoro, 29/7 (Antara) – Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) dengan operator Pertamina EP Cepu masih minim melibatkan tenaga kerja lokal.

“Pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR untuk pembangunan berbagai pekerjaan dari sekitar 200 tenaga kerja yang dari lokal masih minim,” kata Kepala Bidang Pengembangan Penempatan Kerja dan Transmitgrasi Disnakertransos Bojonegoro Joko Santoso, Jumat (29/7).

Ia mengaku tidak hapal jumlah tenaga kerja lokal yang terlibat, tapi dalam pekerjaan dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) sejak Februari lalu untuk tenaga kerja yang dari luar merupakan tenaga kerja terampil.

“Tenaga kerja lokal terampil yang kita miliki cukup banyak yang sebelumnya bekerja di proyek minyak Blok Cepu. Ya ada kalau 500 tenaga kerja,” tuturnya.

Terkait keterlibatan tenaga kerja lokal, katanya, disnakertransos mengusulkan kepada Pertamina EP Cepu bersedia menggelar pelatihan tenaga terampil las dan pelatihan umum bagi warga di ring I.

“Pelatihan umum bagi warga ring I untuk mengantisipasi warga di sekitarnya bisa ikut bekerja dalam pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR. Lokasinya di Kecamatan Ngasem dan Tambakrejo,” katanya menegaskan.

Sesuai pengajuan bahwa usulan pelatihan tiga paket dengan jumlah 60 tenaga kerja dan sembilan paket pelatihan umum berbagai keterampilan dengan jumlah 180 tenaga kerja.

“Usulan kami sampaikan awal Juni lalu. Sampai sekarang belum ada kejelasan. Tapi kalau sampai akhir Juli tidak ada kejelasan akan kami tanyakan,” ujarnya. (*/mcb)

Dari data yang ada pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR mampu mencapi produksi puncak 315 juta standar kaki kubik per hari, dengan perhitungan produksi gas bersih sebesar 185 juta standar kaki kubik per hari.

Produksi gas yang dihasilkan sebesar 85 juta standar kaki kubik per hari, akan dimanfaatkan PT Pupuk Kujang Cikampek, Jawa Barat dan 100 juta standar kaki kubik, akan dimanfaatkan Pertamina. Hanya saja dalam perkembangan negosiasi harga gas dengan PT Pupuk Kujang masih belum ada kejelasan. (*/mcb)

Leave a Comment