Share

Penghentian Pasokan Minyak ke Kilang Pengaruhi Investor

Bojonegoro (Media Center) – PT Tri Wahana Universal (TWU) Jakarta di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan penghentian pasokan minyak ke kilang minyak mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, akan mempengaruhi investor dalam membangun kilang minyak di dalam negeri.

“Penghentikan pasokan minyak produksi Blok Cepu, ke kilang mini TWU bisa menjadi preseden buruk bagi investor yang akan membangun kilang di dalam negeri,” kata Presiden Direktur PT TWU Jakarta di Bojonegoro Rudy Tavinos, Kamis (10/3).

Padahal, menurut dia, Indonesia sangat membutuhkan banyak kilang minyak untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, juga untuk efisiensi.

Di Tanah Air, lanjut dia, ada 55 lokasi sumber minyak, yang dalam mengolah minyak mentah harus ke kilang, yang lokasinya jauh.

Namun, lanjut dia, kalau pengolahan minyak mentah bisa dilakukan di dekat sumur minyak, seperti kilang minyak yang dibangun TWU, maka akan ada penghematan yang cukup besar.

“Pemerintah juga sudah memperhitungkan adanya kilang minyak bisa menghemat 50 persen dibandingkan minyak mentah diolah di lokasi kilang minyak yang jauh dari lokasi produksi,” paparnya.

Yang jelas, lanjut dia, TWU dengan tenaga ahlinya siap membantu Pemerintah, kalau memang ada keingginan Pemeringah membangun kilang minyak di sejumlah lokasi.

“Kami siap membantu membangun kilang minyak dengan tenaga ahli dari dalam negeri, sebab informasi yang kami terima Pemeringah akan membangun tujuh kilang minyak,” ucapnya, menegaskan.

Sesuai data, kilang minyak yang dikelola TWU dengan kapasitas 18.000 barel per hari, memperoleh pasokan minyak mentah produksi Blok Cepu di daerah setempat sebesar 16.000 barel per hari dari ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) dan Pemerintah.

Namun, TWU berhenti mengolah minyak mentah, karena pasokan minyak dihentikan sejak 20 Januari lalu. (*/mcb)

Leave a Comment