Share

Penurunan Harga BBM Tidak Pengaruhi Sembako

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, dengan adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 Maret 2016 oleh pemerintah pusat tidak mempengaruhi harga sembilan bahan pokok atau sembako.

“Saat ini, pemerintah pusat senantiasa mengevaluasi harga bbm setiap minggunya,” ujar Kepala Disperinda, Basuki, sabtu (12/3/2016).

Evaluasi penurunan bbm tersebut disesuaikan dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang saat ini tidak tentu. Sehingga, harga bbm yang sering naik dan turun secara mendadak tidak mempengaruhi harga sembako di pasaran.

“Kalaupun harga di pasar ada yang naik dan turun itu karena pasokan,” tukasnya.

Misalnya saja saat ini harga beras turun sekitar 2 persen itu karena memang petani sedang panen. Tapi, seperti harga cabai dan bawang merah yang  naik hingga 13 persen, ini dikarenakan belum musimnya panen.

“Jadi,masyarakat jangan khawatir dengan harga pasar sekarang ini. Karena mekanise penurunan harga bbm tidak seperti dulu,” tandasnya.

Menurutnya, mekanisme penurunan atau kenaikan harga sekarang ini lebih terarah dan mendapat pengawasan lebih ketat. Sehingga, SPBU pun akan menghabiskan stok dengan harga lama jika memang masih ada.

Seperti diketahui, harga per liter BBM pada 1 maret 2016 mulai pukul 00.00 WIB yang dijual oleh SPBU ke konsumen sebagai berikut  Premium Rp7.050, Bio Solar Rp5.650, Pertalite Rp7.500, Pertamax Rp7.950, Pertamax Plus Rp8.850 dan Pertamina Dex Rp8.800‎.(dwi/mcb)

Leave a Comment