Share

Penyebab Hitung Ulang Rekapitulasi Pileg di Bojonegoro

Pasca pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan pada 9 April lalu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bojonegoro Jawa Timur meminta sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) melakukan penghitungan ulang.

Bojonegoro (Media Center) – Pasca pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan pada 9 April lalu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bojonegoro Jawa Timur meminta sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) melakukan penghitungan ulang.
Hal ini lantaran terdapat selisih antara hasil rekapitulasi penghitungan suara yang tertera di plano dengan formulir C1 folio. “Ada dua kecamatan yang harus dihitung ulang yakni Kecamatan Dander dan Kapas,” ujar Ketua Panwaslu Bojonegoro, Mustofirin.
Penghitungan ulang ini harus dilakukan karena pencocokan ulang antara plano dan C1 folio masih diragukan kebenarannya. “Sebelum dihitung ulang dilakukan pencocokan dengan plano, namun hasilnya masih meragukan sehingga harus dihitung ulang,” lanjutnya.
Hal ini dilakukan karena kondisi di lapangan terdapat ketidakcocokan antara jumlah surat suara yang sah dan tidak sah dengan jumlah kehadiran pemilih yang datang ke TPS. Menanggapi hal ini, Panwas mengaku harus lebih siaga dengan adanya kemungkinan-kemungkinan terjadinya kecurangan dengan modus lainnya. (*/lyamcb)