Share

PEPC dan PEM Akamigas Sosialisasi Beasiswa Pendidikan untuk Jadi Operator di Proyek JTB

Bojonegoro, Media Center – Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) melakukan sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Diploma di Gedung Angling Darma Pemkab Bojonegoro Rabu (15/5/2019). Program beasiswa ini selama 18 bulan yang diperuntukkan bagi Penduduk Bojonegoro.

Dalam sosialisais itu, dijelaskan untuk pendaftaran dibuka mulai tanggal 14 – 24 Mei 2019. Adapun persyaratannya:
– Penduduk Bojonegoro,
– Memiliki ijazah SLTA (SMA/MA/SMK Teknik) lulusan tahun ajaran 2016/2017,2017/2018, dan 2018/2019,
– Usia maksimal 22 Tahun (per tanggal 01 Agustus 2019),
– Memiliki nilai rata-rata Raport minimal 7,00 (skala 1-10) atau 70,0 (skala 10-100) serta dapat didukung dengan prestasi diluar akademik minimal tingkat Kabupaten sebagai nilai tambah,
– Memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional),
– Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan (dibuktikan dengan surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa setempat),
– Melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK),
– Bersedia mengikuti dan mematuhi ketentuan “Apprentice Program PEPC 2019” selama 18 bulan,
– Pendaftaran dapat diakses melalui http://tinyurl.com/yxna5etw

Perwakilan Tim PEPC, Agung Nugraha mengatakan para peserta akan dipersiapkan untuk menjadi Operator Jambaran Tiung Biru (JTB PEPC) 2019 yang akan rampung pada tahun 2021. Diharapkan peserta yang terpilih bisa mematuhi seluruh peraturan yang sudah ditentukan.

“Akan ada kuota sebanyak 110 kursi yang akan mengikuti pendidikan selama 18 bulan yang nantinya akan dipersiapkan menjadi operator JTB PEPC pada 2021,” ungkapnya.

Ada beberapa tahapan seleksi mulai dari administrasi,tulis, wawancara, kesehatan dan keputusan akhir. Setelah mengikuti proses seleksi, peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu. Para siswa akan menempuh pendidikan selama 18 bulan atau D1 yang akan dibagi menjadi 3 semester dan akan menjalani program magang pada semester akhir.

Peserta akan difasilitasi secara penuh diantaranya akomodasi dan biaya pendidikan oleh PEPC. Peserta akan tinggal di asrama di lingkungan PEM Akamigas Cepu. Selain akomodasi, peserta akan mendapatkan 7 sertifikat kompetensi sesuai standar di Migas.

Pihak PEM Akamigas, Alvin mengatakan selama proses pendidikan para peserta tidak dipungut biaya apapun dan akan dididik secara akademik dan kesampatan oleh TNI. Hal ini diperlukan untuk mempersiapkan Operator yang sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan.

“Karena bekerja di lingkungan Migas ini berisiko tinggi jadi harus seimbang secara intelektual dan kebugaran,” tegasnya.

Selain itu, peserta juga berkesempatan magang diluar negeri yang sampai saat ini aturannya masih dikaji ulang oleh SKK Migas.  (Alfan/NN)

Leave a Comment