Share

Perajin Harap Penjualan Batik Jonegoroan Meningkat

Bojonegoro (Media Center) – Perajin batik Jonegoroan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat rencana aksi menyikapi masifnya pemasaran batik luar.

“Batik jonegoroan masih belum dianggap menarik oleh masyarakat Bojonegoro, ini sangat memprihatinkan,” ungkap Nur Afidhatul Muawanah, perajin Batik asal desa Sendangharjo, Senin (8/2).

Menurut perempuan yang dipanggil Fido itu, Batik jonegoroan masih kalah bersaing dengan batik dari madura, pekalongan, dan bahkan Tuban. Persaingan pasar batik jonegoroan, kata dia, dikarenakan batik asal kota ledre tersebut masih dirasa mahal.

“Kami masih kalah bersaing harga,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Fido, harga batik jonegoroan terendah berkisar Rp 65 ribuan. Harga ini dilibas oleh batik-batik luar dengan harga hampir setengahnya.

“Mereka mampu menurunkan ongkos produksi. Karena kuantitas mereka banyak,” ungkap perwakilan Batik Training Center (BTC) tersebut.

Menurut Fido, sebetulnya bahan dan kualitas batik luar tidak lebih bagus dari batik jonegoroan yang diproduksi perajin Bojonegoro. Sayangnya, Batik Jonegoroan masih belum menarik minat masyarakat Bojonegoro sendiri.

“Seharusnya batik jonegoroan menjadi kebanggaan kita bersama,” keluhnya.

Melalui paguyuban perajin batik jonegoroan, Fido berharap bisa meningkatkan penjualan dan tren batik jonegoroan menjadi ikon Bojonegoro.

“Pemasarannya tidak cuma di Bojonegoro. Kita harapkan bisa sampai ke level nasional, bahkan internasional,” harapnya.

Terpisah, Ketua LSM Ademos, Muhamad Kundori menjelaskan bahwa paguyuban perajin batik jonegoroan ini dibentuk agar pemasarannya lebih masif dan sistematis.

“Setelah mendampingi mulai dari merintis usaha hingga produksi, kini kita ingin membawa mereka ke pasar,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, batik jonegoroan harus mendapatkan dukungan regulasi dari pemerintah. Hal ini, ungkap dia, bisa dicontoh dari Kabupaten Kulonprogo. Di sana batik lokal wajib dipakai oleh semua instansi. Dan pada akhirnya meningkatkan produksi dan permintaan.

“Dukungan seperti ini yang sedang kita dorong ke pemerintah Bojonegoro,” tukasnya.

Kundori berharap, dukungan yang sama bisa diperoleh dari semua pihak. “Semoga saja rencana aksi kita hari ini bisa mewujudkan batik jonegoroan yang menasional, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro dan Indonesia,” pungkas dia.(dwi/mcb)

Leave a Comment