Share

Perayaan Natal, Bupati Bojonegoro Minta Warga Landasi Perbuatan Dengan Kasih

Bojonegoro, 17/12 (Media Center) – Perayaan Natal umat Kristiani/Katolik di Pendopo Kelurahan Kadipaten Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/12) malam terasa sangat istimewa karena kehadiran Bupati. Acara diawali dengan sajian paduan suara dan penyalaan lilin natal oleh bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Tak hanya dihadiri orang nomor satu di Bojonegoro, rangkaian perayaan Natal ini juga dihadiri unsur muspika, tokoh masyarakat dan umat Kristiani/Katolik se-Kelurahan Kadipaten.

Dalam sambutannya Suyoto menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal kepada segenap umat Kristiani/Katolik, yang dalam  tahun ini mengambil tema “Hari ini telah lahir sang juru selamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud”.

Dituturkan Bupati, bahwa sejatinya setiap agama semantis selalu didasari oleh kasih.  Ajaran kasih sangat universal dan dunia akan menjadi lebih damai jika setiap perbuatan manusia dilandasi oleh kasih.

“Dalam konteks ke-Indonesia-an,  kenapa kekuasaan sering kehilangan arahnya, karena kehilangan kasih.  Oleh karena itu, kita harus selalu menyalakan kasih dalam hati dan kehidupan kita. Lebih baik menyalakan satu lilin daripada menyalahkan kegelapan,” ujar bupati dua periode ini.

Dalam konteks Bojonegoro,  lanjut ia, Kasih pulalah yang membuat Bojonegoro mengeluarkan puluhan miliar untuk kesehatan dan kasih pula yang membuat Bojonegoro mengeluarkan Rp 2 juta untuk setiap anak SLTA/sederajat di Bojonegoro. “Mari kita “mengasihi” Tuhan,  agar Tuhan lebih mengasihi kita,  mari kita mengasihi sesama agar sesama manusia (orang lain) juga mengasihi kita dan mari kita mengasihi alam, agar alam memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita dan anak cucu kita kelak,” tutur Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan  Mengasihi Tuhan artinya mencintai, atau bertaqwa setelah beriman.

“Bagi saya sebagai seorang muslim, mengasihi Tuhan adalah wujud dari “hablumminallah” dan mengasihi sesama manusia adalah wujud “hablumminannas”. Sedangkan  mengasihi alam adalah wujud dari “rahmatan lil’alamin”,” lanjutnya.

Ia menekankan, agar warga Bojonegoro melandasi setiap perbuatan dengan kasih. Hal ini, menurut ia bisa membuat dunia lebih damai  dan menghadirkan kasih di kehidupan manusia. (Mcb)

Leave a Comment