Share

Perbaikan Pelengsengan Bendung Gerak Bojonegoro Selesai November

Bojonegoro, 22/8 (Media Center) – Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, menyatakan perbaikan pelengsengan Bendung Gerak Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang ambrol puluhan meter selesai November.

“Perbaikan pelengsengan Bendung Gerak selesai November selesai dengan perhitungan sudah masuk musim banjir,” kata Bagian Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) IV Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, Hidayat, Senin (22/8).

Ditemui di lokasi Bendung Gerak, ia menjelaskan pelaksana pekerjaan perbaikan pelengsengan Bendung Gerak yang ambrol dilakukan PT Waskita Karya, Jakarta.”Sifanya perbaikan darurat, agar kerusakan pelengsengan tidak semakin berkembang,” tandasnya.

Ia menambahkan pekerjaan perbaikan pelengsengan Bendung Gerak Bengawan Solo yang ambrol di dua sisi dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya sudah dilaporkan kepada pemerintah kabupaten (pemkab).

“Pekerjaan perbaikan pelengsengan Bendung Gerak sudah kami laporkan kepada pemkab dua pekan lalu,” ucap Hidayat menambahkan.

Namun, ia mengaku tidak tahu besarnya biaya perbaikan pelengsengan yang ambrol di bagian kanan dan kiri masing-masing panjangnya sekitar 30 meter dengan lebar sama dengan sayap pelengsengan.

Menurut dia, penyembab ambrolnya pelengsengan di dua sisi Bendung Gerak, katanya, pengaruh aliran air Bengawan Solo yang mengerus tanah bagian bawah mengakbatkan pelengsengan akhirnya ambrol.

Petugas pelaksana perbaikan Bendung Gerak dari PT Waskita Karya Agung Sadono, menjelaskan perbaikan pelengsengan Bendung Gerak perbaikan pelengsengan dilakukan dengan memasang sekitar 2.000 beton penahan ombak.

Penempatannya, lanjut dia, ada yang di bagian kanan dan kiri Bendung Gerak, tapi ada juga yang memanjang dari ujung kanan ke ujung kiri, dengan tujuan untuk menahan aliran air tidak mengerus tanah bagian bawah.

Selain itu, lanjut dia, juga akan memasang sebanyak 1.100 tiang pancang untuk mencegah ombak aliran Bengawan Solo semakin merusak pelengsengan.

“Pekerjaan perbaikan pelengsengan melibatkan sekitar 25 tenaga kerja semuanya warga di Kecamatan Kalitidu,” jelas dia. (*/mcb).

Leave a Comment