Share

Percepat PIP, Kang Yoto Beri Wejangan Pada Siswa

Bojonegoro, 21/11 (Media Center) – Bupati Bojonegoro Suyoto mengajak para pelajar untuk giat belajar agar menjadi orang cerdas dan pintar sehingga dapat berusaha dan sukses dalam hidup.

Pesan itu disampaikan bupati saat menghadiri percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2017 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sekolah Model Terpadu (SMT) yang terletak di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Senin (20/11).

Tampak hadir jajaran Dinas Pendidikan, Staf Ahli dari Kementerian Sosial dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu dalam menanyakan bagaimana cara agar bisa hidup sukses di Bojonegoro kepada para siswa. Kemudian Kang Yoto mengajak beberapa siswa untuk berdialog dan berinteraksi langsung bagaimana pemahaman mereka tentang cara hidup sukses.

“Berarti kalau hidup di Bojonegoro jika pingin kaya maka harus usaha,” kata Kang Yoto.

Dia menegaskan bahwa penting menjadi orang yang pintar agar mampu berusaha karena mempunyai akal dan pikiran untuk berusaha. Menurut Kang Yoto, agar bisa bertahan hidup maka satu satunya jalan adalah berusaha.

Kang Yoto kemudian mengibaratkan seseorang yang dijatuhkan di Bengawan Solo, maka dia harus berusaha untuk bisa berenang. Begitu juga meski tidak memiliki lahan bisa menjadi kaya dan sukses dalam hidupnya.

Bupati dalam kesempatan ini menceritakan kisah sukses anak di Jakarta yang bermodal aplikasi dan mengajak orang orang yang selama ini menganggur dan sepeda motornya hanya diam dirumah.

“Karena itu anak anak harus senantiasa diajak diskusi dan berbicara atau berpikir bagaimana menjadi sukses,” pesannya.

Bupati dalam kesempatan itu mengajak dialog dua siswa yakni Nur dan Indi. Kepada dua siswa ini Bupati bertanya, jika menjadi orang merdeka maka harus mampu berkarya. Bupati juga memberikan pilihan kepada Indi dengan uang ratusan ribu dan Nur dua puluh ribu.

“Uang ini akan kalian gunakan untuk apa?” tanya Kang yoto.

Mei Nugroho dari K3S Kecamatan Kapas mencontohkan dari SD Sukowati sebanyak 209 siswa diusulkan untuk mendapatkan Program Indonesia Pintar, namun ada 56 siswa belum mendapatkan. Dikatan per siswa mendapatkan 225 ribu untuk kelas 6 yang semester dua sedangkan 225 ribu per semester adalah untuk siswa kelas 1 sampai dengan 5.

Dijelaskan persyaratan untuk mendapatkan program ini wali murid atau siswa memiliki kartu PKH atau sejenisnya. Kemudian akan diusulkan ke Dinas Sosial kemudian akan diverifikasi Kementerian Sosial.

Menurut Nugroho kali periode enam dan delapan tanggal pencairan mulai Bulan Juli. Namun pencairan baru bisa dilaksanakan bulan Nopember. Sistem pencairan tidak bisa dipastikan. Setiap siswa mendapatkan sekali program PIP dengan pencairan bertahap.

Chumaidi dari Dinas Pendidikan menjelaskan data global penerima program ini ada BRI, karena mereka yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial pusat. Ini adalah program percepatan sehingga segera dicairkan dan diserap.

Menurur dia, Bojonegoro paling besar penyerapannya sudah diangka 90 persen dari seluruh siswa yang menerima program ini. Hari ini pencairan di pusatkan di Kapas dan Trucuk, sedangkan besuk di Bojonegoro dan Dander.(*dwi/mcb)

Leave a Comment