Share

Perhutani Belum Data Luas Lahan Sumur Tua

Bojonegoro, 27/2 (Media Center) – KPH Parengan mengaku, hingga kini belum mengetahui berapa luasan lahan hutan milik Perhutani yang digunakan untuk pengelolaan sumur minyak tua di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Wakil Kepala Administratur KPH Parengan, Supriyanto mengatakan, beberapa pengeboran sumur minyak tua berada di Kecamatan Malo dan Kedewan, yang juga merupakan wilayah KPH Parengan.

“Pengelolaan sumur minyak tua sebagian besar berada di kawasan hutan,” ujarnya, Sabtu (25/2).

Namun, pengelolaan sumur tua di dalam kawasan hutan itu memang sudah ada izin baik dari Kementerian Kehutanan, Kementrian ESDM serta beberapa instansi lain.

“Tapi di luar legalitas itu ada beberapa tempat sumur tua yang mengakibatkan pencemaran lingkungan,” terangnya.

Dia menyatakan, pencemaran itu jika tidak ditangani akan mengganggu pengelolaan hutan. Sehingga berharap, saat pembahasan Perda Sumur Tua tahun lalu, bisa memperhatikan dampak pengelolaan sumur minyak.

“Kerusakan hutan itu masih dihitung, jadi datanya belum pasti,” terangnya.

Tapi, menurut Suyanto, yang sudah dicek salah satunya di SKW36, beberapa minyak mentah terlihat meluber ke kawasan hutan. Selain itu, beberapa pohon juga ditebang.

“Karena Perhutani sekarang juga sedang melakukan program pemberdayaan masyarakat kawasan hutan, diharapkan sumur tua yang ada di dalam hutan itu nantinya bisa dikelola Masyarakat Desa Hutan,” pungkasnya. (dwi/mcb)

Leave a Comment