Share

Peringati Hari Kanker, Dinkes Bojonegoro Ajak Masyarakat Lakukan Pencegahan Dini

Bojonegoro – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro menggelar talkshow kesehatan melalui radio Malowopati di Jalan AKBP. Soeroko Bojonegoro, Jumat (5/1/2021). Talkshow bertujuan untuk sosialisasi tentang penyakit kanker kepada masyarakat.   Menurut Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular, Dinkes Bojonegoro, dr. Whenny Dyah, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit kanker. Karena saat ini semuanya serba instan di zaman yang semakin canggih.   Penyakit kanker ini sebenarnya penyakit kronis, tetapi dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan sehat.  “Yang perlu kita tekankan adalah kesadaran masyarakat kita yang masih rendah, contoh penerapan lingkup kecil di kehidupan rumah tangga. Sering makan dengan sayur dan buah hingga cek kesehatan secara berkala,” ungkapnya.   Dia menjelaskan, kanker ini tidak muncul begitu saja, namun jangka panjangnya dimulai dari munculnya bibit atau sel yang berkembang biak ke arah yang tidak normal. Hingga memunculkan terjadinya kanker. Kendala terbesar masyarakat adalah kurang begitu peduli terhadap risiko yang ditimbulkan dari penyakit kanker.   “Dari data Kemenkes di tahun 2020, sebanyak 2,5 juta penderita kanker di Indonesia. Dan 10 persennya wanita,” ucapnya.   Mengapa dikatakan wanita terbanyak, karena faktor utama yang ditimbulkan yakni kanker leher rahim maupun payudara.  Kanker payudara dan leher rahim untuk tingkat kesembuhan bisa mencapai 95 persen, apabila dilakukan deteksi dini.   “Perlunya kesadaran deteksi dini, kemungkinan besar penyintas kanker ini bisa sembuh,” tambahnya.   Kanker juga memiliki beberapa tipe virus, baik tipe 16 dan 18. Bisa juga dilakukan melalui vaksinasi, namun kendalanya pemerintah belum menjadikan program. Sehingga belum bisa memberikan penyuntikan secara gratis.   “Mandiri bisa didapatkan melalui dokter di rumah sakit baik spesial ataupun kandungan, ada tahapan juga. Jeda dari dosis pertama dan seterusnya,” pungkasnya.Bojonegorokab.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro menggelar talkshow kesehatan melalui radio Malowopati di Jalan AKBP. Soeroko Bojonegoro, Jumat (5/1/2021). Talkshow bertujuan untuk sosialisasi tentang penyakit kanker kepada masyarakat.   Menurut Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular, Dinkes Bojonegoro, dr. Whenny Dyah, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit kanker. Karena saat ini semuanya serba instan di zaman yang semakin canggih.   Penyakit kanker ini sebenarnya penyakit kronis, tetapi dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan sehat.  “Yang perlu kita tekankan adalah kesadaran masyarakat kita yang masih rendah, contoh penerapan lingkup kecil di kehidupan rumah tangga. Sering makan dengan sayur dan buah hingga cek kesehatan secara berkala,” ungkapnya.   Dia menjelaskan, kanker ini tidak muncul begitu saja, namun jangka panjangnya dimulai dari munculnya bibit atau sel yang berkembang biak ke arah yang tidak normal. Hingga memunculkan terjadinya kanker. Kendala terbesar masyarakat adalah kurang begitu peduli terhadap risiko yang ditimbulkan dari penyakit kanker.   “Dari data Kemenkes di tahun 2020, sebanyak 2,5 juta penderita kanker di Indonesia. Dan 10 persennya wanita,” ucapnya.   Mengapa dikatakan wanita terbanyak, karena faktor utama yang ditimbulkan yakni kanker leher rahim maupun payudara.  Kanker payudara dan leher rahim untuk tingkat kesembuhan bisa mencapai 95 persen, apabila dilakukan deteksi dini.   “Perlunya kesadaran deteksi dini, kemungkinan besar penyintas kanker ini bisa sembuh,” tambahnya.   Kanker juga memiliki beberapa tipe virus, baik tipe 16 dan 18. Bisa juga dilakukan melalui vaksinasi, namun kendalanya pemerintah belum menjadikan program. Sehingga belum bisa memberikan penyuntikan secara gratis.   “Mandiri bisa didapatkan melalui dokter di rumah sakit baik spesial ataupun kandungan, ada tahapan juga. Jeda dari dosis pertama dan seterusnya,” pungkasnya.(FIF/NN)

Leave a Comment