Share

Perkirakan Kerugian Banjir Bojonegoro Rp1,8 Miliar

Bojonegoro, Media Center – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memperkirakan kerugian akibat banjir di wilayahnya yang terjadi beberapa hari lalu mencapai Rp1.893.500.000. Kerugian tersebut meliputi kerusakaan infrastruktur, rumah, lahan pertanian, peternakan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Eko menjelaskan dari perkiraan penghitungan tersebut, kerugian paling besar terjadi di Kecamatan Baurno mencapai Rp857.500. 000.

Di Kecamatan Baurno, kata dia, ada 14 desa terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Baik itu infrastruktur jalan, pemukiman, dan lahan pertanian.

“Baurno paling parah,” ucap pria yang pernah berdinas di Satpol PP Bojonegoro itu.

Pak Eko, sapaan akrabnya, menyebutkan, ada 48 desa di 10 kecamatan terdampak luapan Bengawan Solo. Yakni Kecamatan Kalitidu, Dander, Kota, Trucuk, Kapas, Balen, Kanor, Padangan, Ngraho, dan Baureno.

Sekalipun sekarang ini kondisi tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo di bawah siaga, namun BPBD tetap menghimbau masyarakat di bantaran untuk terus meningkatkan kewaspadaan karena intensitas hujan lebat masih terjadi.(Dwi)

Leave a Comment