Share

Pertamina Buka Peluang Kerja Sama dengan BUMD Kelola Gas JTB

Bojonegoro 5/1/2019 (Media Center) – Pertamina membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro dalam pemanfaatan gas dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Kerja sama dengan BUMD telah dilakukan Pertamina di banyak daerah.

“Itu sudah kita lakukan di banyak daerah,” kata Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu saat konfrensi pers pemancangan perdana Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility (EPC-GPF) JTB, Jumat (4/1/2019).

Namun, kata Samsu, sapaan akrabnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi BUMD agar bisa bekerja sama dengan Pertamina. Pertama, model bisnis yang akan dijalankan harus jelas.

“Industri apa yang akan dipilih harus jelas,” ucapnya.

Kedua, sistim kerja sama yang dipakai adalah bisnis to bisnis atau b to b. Ketiga, jangan meminta subsidi ke Pertamina dengan harga gas yang diberikan. Sebab harga tersebut telah ditetapkan.

“Jangan harga onstream dibebankan pada biaya upstream,” ujarnya.

Peluang kerja sama yang ditawarkan Pertamina ini mendapat apresiasi positif dari Ketua DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharjanto. Politis Partai Golkar itu menyarakan kepada BUMD untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan kerja sama.

Persiapan yang dimaksud mulai dari pembuatan rencana bisnis dan mitra yang jelas, finansial yang cukup, sumber daya manusia memadai dan manajerial yang bagus.

“Sehingga nantinya bisnis yang dikerja sama bisa jalan. Tidak berhenti di tengah jalan,” sambung Sigit di tempat yang sama.

Lapangan J-TB memiliki cadangan gas sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan diproduksi selama 25 tahun. Dengan produksi sales gas (siap jual) sebesar 192 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/ MMSCFD) pada kuartal II 2021.

Dari produksi gas tersebut, sebanyak 100 MMSCFD dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga US$ 7,6/MMBTU. Sedangkan sisanya akan dijual Pertamina untuk memenuhu kebutuhan industri di wilayah Jatim dan Jateng.

Gas Jambaran-Tiung Biru yang dibeli PLN nantinya dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang (Gresem) untuk pembangkit listrik di Tambaklorok. Pembelian gas oleh PLN ini telah tertuang dalam Head of Agreement (HoA) dengan jangka waktu 30 tahun dari 2020 sampai 2050.(*dwi/mcb)

Leave a Comment