Share

Pertamina EP Meminta Fatwa ke Kejaksaan Agung

Bojonegoro (Media Center) – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, meminta fatwa ke SKK Kejaksaan Agung terkait sumur minyak di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tidak masuk dalam kontrak.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Bojonegoro Agus Supriyanto, yang dimintai konfirmasi, Jumat (18/12), membenarkan mendengar informasi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu meminta fatwa ke Kejaksaan Agung terkait status keberadaan sumur minyak tua di daerhanya.

Namun, ia mengaku tidak tahu secara rinci permasalahan permintaan fatwa itu.”Permintaan fatwanya terkait sumur minyak ke Kejaksaan Agung,” tandasnya.

Dari Keterangan yang diperoleh kanalbojonegoro, penetapan fatwa kepada SKK Migas tersebut, karena di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan, terdapat 772 titik sumur minyak baik sumur minyak lama maupun sumur minyak baru.

Namun, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, dalam kontraknya dengan paguyuban penambang untuk sumur minyak produksi hanya 224 sumur minyak.

“Inti fatwa kepada Kejaksaan Agung yaitu meminta kejelasan status sumur minyak yang tidak masuk dalam kontrak,” jelas seorang pejabat Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, di lokasi Posko Satgas Gabungan Pengamanan obyek Vital di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.

Selain meminta fatwa ke Kejaksaan Agung, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, juga meminta fatwa kepada SKK Migas dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ia memberikan gambaran fatwa yang akan keluar bisa saja nantinya mengesahkan sumur baru di lapangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan itu, atau sumur minyak baru ditutup.

“Kalau keberadaannya dibiarkan seperti sekarang ini terus statusnya bagaimana?,” ucapnya, dengan nada bertanya.

“Manager Legal and Relations” Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, Sigit Dwi Aryono, menyatakan Pertamina masih menunggu hasil fatwa dari yang berwenang.

“Kita tunggu saja hasilnya,” ucapnya.

Yang jelas, menurut dia, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu yakni menertibkan penyulingan minyak secara tradisional dan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) keluar yang dilakukan “perengkek”.

“Sekarang penertiban yang kami lakukan bersifat persuasif,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment