Share

Pertengahan Tahun, di Bojonegoro Ada 15 Juta Lele Baru

Bojonegoro (Media Center) – Program kegiatan pengembangan bibit ikan unggul, yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakkan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, saat ini telah memasuki proses pematangan sel telur. Diperkirakan pada pertengahan tahun ini, indukan lele tersebut sudah bisa mulai bertelur, dengan kemampuan produksi hingga 15 juta ekor.

Sebelumnya, Disnakkan Bojonegoro telah memprogramkan pembangunan sejumlah fasilitas dibidang perikanan.Diantaranya adalah yang telah dikerjakan di Kecamatan Dander, Ngambon, Padangan, dan Kedungadem. Di keempat lokasi tersebut, telah dibangun wadah pembenihan, atau yang disebut dengan program pembangunan Unit Pembenihan Rakyat (UPR).

Secara fisik, pembangunan UPR tampak seperti sebuah kolam besar, seperti yang ada di Desa Dander dan Mojoaranu, keduanya masuk di wilayah Kecamatan Dander, di Desa Ngambon Kecamatan Ngambon, Desa Purworejo Kecamatan Padangan dan di Desa Jamberejo KEcamatan Kedungadem.

Masing-masing UPR, diberi fasilitas berupa 3 unit kolam yang berukuran 21 m2, tabung oksigen, airator, tong plastik, selang, timbangan meja, hapa, waring dan plastik untuk kemasan benih. Selain pembangunan, UPR tersebut juga mendapat jatah masing-masing 100 ekor calon indukan lele yang telah berusia sekitar 1,5 tahun, termasuk pakan lele seberat 300 kilogram (kg) untuk tiap UPR.

Disnakkan Bojonegoro memproyeksikan, di masa mendatang Bojonegoro mampu menghasilkan benih ikan lele yang unggul untuk memenuhi kebutuhan di dalam Bojonegoro, maupun luar daerah. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada 2013 lalu tersebut, tingkat produksi produksi benih per ekor betina mencapai 25.000 s/d 30.000 ekor. (ramcb)

Leave a Comment