Share

Pesan Watimpres Untuk Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Hasyim Muzadi, menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat berkunjung di rumah dinas pada Selasa (29/9) kemarin.

“Saya minta kepada perusahaan migas seperti di Blok Cepu supaya tidak membuat kesalahan kepada karyawan,” ujarnya.

Pengalaman yang telah lalu seperti kericuhan di Blok Cepu akibat masalah yang sudah menumpuk di benak karyawan. Salah satunya waktu istirahat yang mepet dan waktu sholat juga sedikit. Hal ini bisa memicu konflik.

“Hal-hal kecil saja bisa menjadi besar jika sudah menumpuk,” tambahnya.

Hasyim meminta supaya pemkab maupun pimpinan perusahaan untuk memprediksi kerawanan sosial yang terjadi jika nanti pekerjaan di EPC 1 dan 5 selesai. Karena, ribuan tenaga kerja akan menganggur.

“Jangan hanya memikirkan keuntungans saja, tapi juga kerawanan sosialnya,” tandasnya.

Selain itu, ia meminta kepada Polres Bojonegoro untuk bersikap komperehensif. Tindak kriminal yang terjadi bisa juga dikarenakan masalah perut.

“Saya yakin ada kelompok tertentu yang sengaja melakukan kericuhan waktu lalu, meski tidak memiliki buktinya,” ungkap Hasyim.

Sementara terkait Asosiasi Kontraktor Lokal Banyuurip Blok Bojonegoro (AKBUBB) yang menyampaikan masalahnya dengan EMCL, operator Blok Cepu, pria berkacamata minus ini meminta dilakukan penyelesaian dengan musyawarah.

“Ya lihat dulu faktor pendapat dan pendapatannya, seperti apa, kualifikasinya juga, pengalaman yang dimiliki dan sebagainya. Karena proyek punya aturan,” tandasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment