Share

Petani Baureno Bojonegoro Panen Padi Banjir

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Khairuddin mengatakan petani di desanya, sekarang ini mulai memanen tanaman padi bekas terendam air banjir luapan Bengawan Solo, yang terjadi dalam empat hari terakhir.

“Hari ini petani mulai berani memanen tanaman padinya, sebab air banjir Bengawan Solo sudah surut,” katanya, Rabu (11/2).

Sekarang, katanya, tanaman padi yang ditenggelamkan air sudah mulai kelihatan dan ketinggian air di persawahan sudah tidak terlalu dalam. Tanaman padi seluas 26 hektare yang ditenggelamkan air luapan Bengawan Solo.

“Ketika banjir petani tidak berani memanen, sebab resikonya tinggi bisa tenggelam,” ujarnya.

Ia menyebutkan ada sekitar 10 lokasi yang sekarang sedang berlangsung panen tanaman padi, dengan puluhan pekerja yang memanen tanaman padi, yang ditenggelamkan air banjir luapan Bengawan Solo.

Tanaman padi itu, menurut dia, ditenggelamkan air sekitar empat hari, dengan luas sekitar 26 hektare, yang panen normalnya dua pekan lagi.

Menurut dia, kalau sekarang petani tetap memanen tanaman padinya yang ditenggelamkan air banjir selama empat hari, bukan untuk dijual.

“Tapi untuk dikonsumsi sendiri, sebab tanaman padinya sudah rusak,” tandasnya.

Data di BPBD, banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang melanda 47 desa yang tersebar di 13 kecamatan, antara lain, Kecamatan Kalitidu, Trucuk, Dander, Malo, Kota, Balen, Kanor dan Baureno.

Banjir merendam tanaman padi seluas 1.371 hektare, palawija 175 hektare dan warga terdampak sebanyak 479 kepala keluarga (KK). Akibat banjir bandang sejumlah rumah roboh, juga rusak berat, sedang dan ringan.

“Sesuai perhitungan kami untuk kerugian banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang tidak sampai Rp1 miliar,” jelas Sekretaris BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment