Share

Petani Bawang Merah di Desa Pajeng Ingin Bupati Hadiri Panen Raya

Bojonegoro (Media Center) – Petani asal Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, berharap saat panen raya bawang merah di tempatnya, dapat dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi. “Kira-kira 10 hari lagi sudah panen raya,” ujar Suyut, salah satu petani di Desa Pajeng (Rabu, 15/1/2014).

Suyut adalah salah satu pemilik lahan persawahan yang menanam bawang merah saat pergantian musim. Seperti halnya petani lain di tempat itu, mereka selalu menanam bawang merah dua kali dalam setahun.

Saat panen tiba, penebas dari luar kota selalu berdatangan untuk membeli hasil panen bawang merah mereka. Penebas adalah istilah untuk orang-orang yang membeli hasil bumi dengan sistem borongan.

“Biasanya datang langsung kesini. Pembelinya ada yang dari Nganjuk, Mojokerto, dan Surabaya,” ujar Suyut.

Suyut dan petani lain di Desa Pajeng sengaja memilih bawang merah sebagai tanaman budidayanya. Selain telah mempunyai pasar, bawang merah tak memerlukan masa tanam yang terlalu lama. “55 hari sudah panen, selain itu keuntungannya berlipat,” terangnya.

Untuk 1 kwintal bibit bawang merah, dapat menghasilkan 8 sampai 9 kwintal saat panen. “Jumlah produksi itu tergantung musim dan jenis bibit yang ditanam,” terangnya.

Jika musim pergantian hujan ke kemarau (laboh) seperti ini jenis bibit yang ditanam adalah Bauchi. Dengan produksi 8 – 9 ton per hektarnya. Sedangkan pada musim apit atau tanam ke dua menggunakan jenis bibit Thailand, dengan produksi 7-8 ton.

Untuk harga bibitnya antara Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kilo gramnya. Bibit itu sebagian dibeli dari wilayah Nganjuk. Namun ada juga sebagian petani yang membuat benih sendiri.

“Kalau saya setiap tanam untuk beli bibit, obat-obatan dan tenaga habis 10 juta, jika panen bisa menjadi 35 sampai 45 juta,” aku Suyut yang juga Kepala Urusan Keuangan Desa Pajeng. (numcb)

Leave a Comment