Share

Petani Bawang Merah Panen, Minta Embung dan Pasokan Benih

Bojonegoro (Media Center) – Memasuki akhir Bulan Desember tahun ini, Kabupaten Bojonegoro bakal memiliki stok bawang merah yang cukup. Menyusul di Desa Pejok dan Duwel, Kecamatan Kedungadem telah memasuki masa panen.

Menurut data yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, sebanyak 20.000 ton bawang merah, yang tersebar di sejumlah kecamatan, merupakan potensi pertanian yang dimiliki Bojonegoro.

Di Desa Duwel sendiri, budi daya bawang merah menjadi mata pencaharian bagi 90% warga setempat. Menurut Nur Hasyim, Kepala Desa Duwel, dalam setahun budi daya bawang merah di tempatnya dapat panen dua kali. “Kalau musimnya baik, panen dua kali, saat kemarau kami menanam cabe dan terong,” terangnya.

Pola tanam seperti itu, membuat warga Duwel tak pernah henti berproduksi, yang sekaligus secara ekonomi bakal terus mendapat penghasilan sepanjang tahun.

Disinggung mengenai kendala utama, Nur Hasyim menyebut dua hal, yakni masalah pembenihan dan pengairan. “Selama ini bibitnya masih kurang ada, kami harus pontang-panting ke Nganjuk. Selain itu kebutuhan air untuk 1.000 hektar lahan, hanya mengandalkan pasokan dari embung yang ada saat kemarau,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro menyatakan sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut. “Dalam tiga kali kunjungan saya ke sana, saya telah menyetujui dan memerintahkan pembangunan embung, dari dua menjadi berapa saja yang diminta warga” kata Suyoto.

Menurutnya, Pemkab sedang berpikir keras menaikkan masa panen dari dua kali setahun menjadi tiga kali. Selain di Desa Duwel, sentra bawang merah juga ada di Desa Babatan dan Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, serta di wilayah Desa Pajeng di Kecamatan Gondang.(de/ramcb)

Leave a Comment