Share

Petani Bojonegoro Ajukan Pasokan Air Waduk Pacal

Bojonegoro (Media Center) – Meski tahun ini mengalami kemarau basah, namun petani di Kabupaten Bojonegoro, sejak pekan lalu telah mengajukan permintaan pasokan air Waduk Pacal untuk mencukupi kebutuhan air tanaman padi musim tanam ke dua pada bulan Agustus mendatang.

Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air, Dinas Pengairan, Dody Sigit Wijaya, mengatakan, sejumlah petani di Kecamatan Sumberjo mengajukan permintaan pasokan air untuk pertanian seluas 6.558 hektare.

“Kami belum bisa memenuhi permintaan itu,” tukasnya.

Hal ini disebabkan, pihaknya masih menunggu pengajuan permintaan air dari petani lainnya di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Kapas dan Balen.

Menurutnya petani di sejumlah kecamatan di sepanjang irigasi Waduk Pacal yang membutuhkan pasokan air Waduk Pacal dengan luas lahan mencapai 12.000 hektare.

“Kalau lancar kemungkinan pekan ini air Waduk Pacal sudah bisa dikeluarkan,” tandasnya.

Sesuai prosedur, pengeluaran air Waduk Pacal bisa dilakukan kalau ada pengajuan permintaan air dari petani melalui HIPPA.

Dengan dasar pengajuan HIPPA itu, katanya, baru diajukan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo.

Sesuai perhitungan, kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi MT II sekitar 5 meter kubik per detik. Besarnya debit air itu bisa menjangkau tanaman padi di sepanjang irigasi Waduk Pacal.

Ketika pintu pengeluaran ditutup ketinggian air Waduk Pacal mencapai 114,00 meter dengan debit 19,6 juta meter kubik. Tapi, ketinggian air waduk masih meningkat karena memperoleh pasokan air hujan.(dwi/mcb)

Leave a Comment