Share

Petani Bojonegoro Akui Sulit Dapatkan Pupuk

Bojonegoro (Media Center) – Para petani di wilayah bantaran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini mulai melakukan pemupukan pada tanaman padinya. Para petani melakukan tanam padi sejak dua minggu yang lalu itu, mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubdi dari pemerintah setempat.

Wilayah di bantaran Sungai Bengawan Solo yang melakukan tanam padi itu diantaranya adalah Kecamatan Baureno, Kanor, Balen dan Bojonegoro. Sejak seminggu terakhir mereka mulai melakukan pemupukan tanamannya, karena umur padi sudah 20 hingga 25 hari terakhir.

“Sulit sekali mendapatkan pupuk, petani sedang membutuhkan tapi pupuknya tidak ada,” ujar Yudi, salah satu petani di Desa Temu, Kecamatan Kanor.

Mereka sudah mendatangi kios pupuk di desanya, namun barangnya tidak ada. Bahkan tidak hanya dia, ratusan petani lainnya juga merasakan hal yang sama. Bahkan, sebagian petani banyak yang nekad mencari pupuk di desa maupun kecamatan lain meski hal itu tidak diperbolehkan.

“Pupuk ini saya beli di desa lain, tapi harganya mahal,” katanya.

Dia mengaku tetap akan membeli pupuk meski dengan harga yang mahal, asalkan tersedia. Dia membeli pupuk jenis Urea dari kios pupuk dari desa lain seharga Rp130.000, Phonska Rp135.000, ZA Rp90.000, SP36 Rp140.000.

“Mahal tidak masalah, tetap akan dibeli oleh masyarakat, asalkan barangnya ada,” ujarnya.

Harga pupuk ini berbeda jauh dari ketentuan Harga Eceran Tetap (HET) yakni, jenis pupuk Urea satu karung atau dengan berat 50 Kg senilai Rp 90.000, ZA berat 50 Kg Rp70.000, SP36 berat 50 Kg Rp100.000, NPK / Phonska berat 50 Kg Rp115.000. Sementara jenis pupuk Petroganik yang paling murah, yakni satu karungnya (40 Kg) dengan harga Rp20.000.

Sugeng (45), petani lain di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk urea dan pupuk ZA untuk memupuk tanaman padi yang ada di sawahnya. “Mencari pupuk urea maupun pupuk ZA sulit sekali. Kalau pun dapat pupuk hanya sedikit dan tidak cukup untuk pemupukan di sawah,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kanor, Jumadi mengatakan, jika sejak tiga hari terakhir ini kios pupuk resmi di Desa Temu sudah digerojok pupuk bersubdi dari pemerintah. Namun, karena banyaknya petani yang membutuhkan dalam sekali dikirim langsung habis dibeli petani.

“Saya minta para petani tenang, karena kami masih meminta pemerintah mendistribusikan pupuk untuk desa temu,” ujarnya.

Dia optimis kebutuhan pupuk di Desa Temu akan tercukupi hingga pemupukan kedua nanti. Senada diungkapkan Camat Kanor, Subiyono jika petani diminta tenang, karena pendistribusian ke tingkat desa akan terus dilakukan. “Insyaallah kebutuhan pupuk di kecamatan kanor tercukupi,” paparnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment