Share

Petani Bojonegoro Belum Manfaatkan Program Asuransi Pertanian

Bojonegoro, 5/8 (Media Center) – Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan, selama ini para petani belum semuanya memanfaatkan program asuransi petani.

“Program ini bermanfaat bagi petani yang lahannya rusak karena hama atau bencana seperti banjir,” ujar Kepala Bidang Produksi Pertanian, Zaenal Fanani, Jumat (5/8).

Program asuransi petani diberikan oleh Kementerian Pertanian dengan membayar Rp36.000 tiap hektar tiap bulan. Apabila ada kerusakan tanaman padi dikarenakan bencana atau hama, maka petani bisa mengklaimkannya.

“Tiap hektar, besaran klaim sejumlah Rp6 juta dengan kerusakan padi harus mencapai 75 persen,” imbuhnya.

Menurutnya, dari 28 kecamatan, hanya petani di tiga kecamatan saja yang mengikuti program asuransi ini, diantaranya Kecamatan Bojonegoro, Kapas dan Kanor. Padahal, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan petugas lapangan sudah sering mensosialisasikannya di tingkat petani.

Sementara untuk menghalau hama wereng yang kerap menyerang lahan padi, Dinas Pertanian telah mengimbau agar petani menanam bunga seperti bungan matahari, kenikir dan bunga kapas yang menjadi habitat predator alami wereng. “Selain itu, Disperta juga membantu memberikan obat-obatan seperti pestisida,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment