Share

Petani Bojonegoro Biarkan Sawahnya Bero

Bojonegoro, 18/12 (Media Center) – Para petani di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, membiarkan sawahnya bero tidak ditanami padi karena takut terjadi banjir susulan luapan Bengawan Solo.

“Petani di desa kami juga petani di desa lainnya di Kecamatan Kanor tidak ada yang melakukan kegiatan menanam padi,” kata seorang petani di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro Jarwo, Minggu (18/12).

Dengan demikian, menurut Jarwo, juga petani lainnya Solekhan, para petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor, tidak ada yang mengolah tanah setelah tanaman padinya rusak terendam air banjir awal Desember lalu.

“Ya sawahnya dibiarkan termasuk tanaman padi yang mati dibiarkan begitu saja sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap,” timpal Solekhan.

Baik Solekhan maupun Jarwo memperkirakan petani di desanya juga di Kanor membiarkan sawahnya menunggu musim banjir reda sekitar April.

“Kemungkinan petani baru mengolah sawahnya lagi setelah April,” ucap Solekhan yang tanaman padinya seluas 1 hektare rusak terendam air banjir.”Sawah saya lebih dari 1 hektare yang rusak terendam air banjir,” tambah Jarwo.

Menurut dia, petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor, tidak ada satupun petani yang tanaman padinya rusak terendam air banjir Bengawan Solo, ikut asuransi usaha tanam padi (AUTP).

“saya waktu itu akan ikut AUTP tetapi katanya sudah tutup. Ya kemungkinan bank tahu kalau banjir Bengawan Solo segera datang,” ujar Jarwo, dibenarkan Solekhan.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan luas tanaman padi di 16 desa di Kecamatan Kanor, luasnya mencapai 1.990 hektare dan di 14 desa di Kecamatan Baureno, mencapai 1.507 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, yang dimintai konfirmasi mengakui masih banyak petani yang tanaman padinya rusak terendam air banjir luapan Bengawan Solo ikut program AUTP.

“Tapi kalau diKecamatan Baureno, sudah ada petani yang ikut AUTP,” kilah dia ketika diberi tahu bahwa di Kecamatan Kanor tidak ada petani yang ikut AUTP. (*/mcb)

Leave a Comment