Share

Petani dan Pedagang Gayam Kian Mandiri

Bojonegoro, 9/8 (Media Center)- Kemandirian mulai ditunjukkan petani dan pedagang di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Mereka telah membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kelompok-kelompok tersebut kemudian mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koperasi Produsen Agribisnis (KPA).

KSM berperan sebagai basis produksi dan sumber permodalan swadaya masyarakat (kelompok). Sedangkan KSP sebagai penyedia permodalan untuk mendukung modal kerja usaha yang diakses dengan cara meminjam. Adapun KPA berperan sebagai penyedia layanan bisnis KSM.

Meski baru seumur jagung pendapatan koperasi dari sisa hasil usaha telah mencapai Rp106 juta per Juli 2016.

“Ini sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Ini menandakan petani dan pedagang di sini kian mandiri,” kata Camat Gayam, Hartono dihadapan 28 peserta yang merupakan pengurus dan pengawas KSP Rajekwesi saat penutupan pelatihan pelatihan keuangan mikro, Senin (8/8/2016).

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani dan pedagang yang tergabung dalam beberapa koperasi dalam mengembangkan usahanya.

Menurut Hartono, perputaran ekonomi di kecamatan penghasil migas terbesar di Indonesia ini (Gayam,red) sudah semakin besar salahsatu pendorongnya adalah adanya peran ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam menyerap bisnis dan pekerja lokal. Sehingga harus dihadapi dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai.

“Perputaran uang di sini telah meningkat melebihi kecamatan-kecamatan lain. Karena itu petani juga harus maju, pedagang harus sukses,” ucap mantan Camat Purwosari itu.

koperasi dan dana simpan pinjam yang ada ini, kata Hartono merupakan bagian dari kehadiran industri migas yang dilakukan EMCL. Dia berharap agar keberlanjutan program ini bisa terus dilakukan oleh masyarakat melalui koperasi.

“Meskipun nantinya sudah tidak didampingi,” ujar Camat memotivasi.

Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono menambahkan apa yang dilakukan ini merupakan bagian dukungan EMCL dalam memberdayakan masyarakat di wilayah operasinya.(dwi/mcb)

Leave a Comment