Share

Petani Dusun Porongmangun, Raup Untung 16,3M dari Bawang Merah

Bojonegoro (Media Center) – Warga Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, saat ini memasuki masa panen, khususnya mereka yang membudidayakan tanaman bawang merah. Seperti yang dirasakan oleh Ngadiyo, petani bawang merah asal Dusun Porongmangun yang memanfaatkanlahan seluas 4ribu meter persegi.

“Saat ini, keuntungan yang saya dapat sekitar Rp 24juta,” terangnya. Ia menuturkan, hasil panen di lahan miliknya tersebut dibeli menggunakan sistem borongan, dengan perhitungan nilai jual setelah dikurangankan dengan biaya yang dikeluarkan selama menanam bawang merah.

Ngadiyo mengaku, untuk lahan yang digunakan masih menyewa. “Harga lahannya 500ribu rupiah per seribu meter perseginya,” terangnya. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali panen, tanaman bawang merah membutuhkan waktu sekitar dua bulan, dengan tenaga penanaman bibit dan tenaga panen yang masing-masing adalah senilai Rp 500ribu.

Ngadiyo dan petani bawang merah lain di wilayah tersebut, mengatakan pada musim ini mereka menggunakan bibit-bibit lokal. Mereka menyebutkan, kualitas bibit lokal masih kalah dengan bibit dari luar Kabupaten, dengan perbandingan selisih hasil panennya sekitar 2 kilogram (kg) bawang merah untuk setiap 1 kg bibitnya. “Kalau pakai bibit dari Nganjuk, 1 kg bibit bisa panen 10-12 kilo. Kalau pakai bibit lokal, maksimal 8 kilo,” jelasnya.

Musim tanam ini, mereka memilih bibit lokal dengan alasan kondisi cuaca dan harga yang lebih murah. “Karena kondisinya hujan, biasanya hasil panen bisa 5 kali lipat. Kalau pakai bibit dari Nganjuk kami khawatir ada apa-apa kalau hujan begini,” tambahnya.

Di Dusun Porongmangun sendiri terdapat 100 hektar (ha) lahan budidaya bawang merah yang tersebar di Desa Duwel, dengan hasil panen rata-rata mencapai 1.000 ton bawang merah. Selain itu, sejumlah warga di dusun tersebut juga menyewa 70 ha lahan di desa lain.

Sehingga rata-rata nilai ekonomis dari budi daya bawang merah yang dilakukan warga setempat menghasilkan panen bawang merah sebanyak 1.700 ton untuk tiap masa panen atau nilai keuntungannya senilai Rp16.3M. (nu/ramcb)

Leave a Comment