Share

Petani Enterpeneur dari Bojonegoro, Pasok Pepaya 1200 Ton/hari

Saya sendiri hanya mempunyai lahan seluas 15 hektar, untuk memenuhi seluruh kebutuhan saya bekerjasama dengan jaringan yang telah terbangun

Bojonegoro (Media Center) – Adalah Pariyono atau yang lebih suka dipanggil dengan nama Gofur, petani asal Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro Jawa Timur, yang kini dikenal sebagai pelopor petani pepaya di Bojonegoro.

Gofur adalah seorang enterpreneur di bidang pertanian, tak hanya di wilayah Bojonegoro, di sejumlah kabupaten tetangga, namanya cukup dikenal sebagai seorang pelopor budi daya pepaya. Di Tuban, Lamongan dan Ngawi, nama Gofur sudah cukup akrab di kalangan petani pepaya.

Gofur mengaku, dirinya pada awal mula adalah seorang pembina anak Yatim Piatu di Malang. “Termasuk mencari nasi buangan di tempat sampah pabrik,” katanya. Berangkat dari situlah, akhirnya secara perlahan Gofur berhasil membangun jaringan awal.

Saat ini, dari jaringan yang dibangunnya itu, Gofur harus melayani pesanan pepaya sebanyak 1200 ton per hari. “Pesanan dari Surabaya sebesar 300 ton dan dari Jakarta sebanyak 900 ton per hari,” terangnya.

Menurut Gofur, pesanan tersebut berasal dari berbagai pihak, selain untuk konsumsi juga untuk bahan dasar kosmetik dan obat herbal. “Saya sendiri hanya mempunyai lahan seluas 15 hektar, untuk memenuhi seluruh kebutuhan saya bekerjasama dengan jaringan yang telah terbangun,” tambahnya.

Model kerjasamanya adalah jejaring kemitraan dengan petani, yakni pendampingan. “Bermitra dengan pendampingan, mulai dari masa tanam hingga ke musim petik termasuk saat penjualannya,” tambahnya.

Bahkan ia mengatakan, untuk tanaman matipun dirinya berani membeli dengan harga tinggi. Dalam memenuhi kebutuhan pasar, Gofur menyebutkan terdapat beberapa varietas yang sangat dibutuhkan, diantaranya adalah pepaya varietas california.

Ditanya asal pengetahuannya, Gofur mengaku juga belajar dari cybex yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). “Saya tidak kuliah di IPB, tapi saya bisa belajar dari pakar-pakarnya disana,” jelasnya.(*/mcb)

Leave a Comment