Share

Petani Gondang Berhasil Budidayakan Bibit Unggul Bawang Merah

Petani di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro Jawa Timur (Jatim) telah mengembangkan bibit bawang merah kualitas unggul.

Bojonegoro (Media Center) – Petani di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro Jawa Timur (Jatim) telah mengembangkan bibit bawang merah kualitas unggul.

Bibit Bawang merah itu dikembangkan oleh M. Sucahyono, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pemuda Gondang. Sucahyono mengaku membudayakan bibit dari biji bunga bawang merah.

“Bibit ini asalnya dari Bogor. Kemudian saya kembangkan untuk pembibitan disini,” ujarnya. Ia menerangkan, cara membuat pembibitan dari biji bunga bawang merah adalah biji di tanam dilahan selama 20 hari.

Kemudian jika sudah mengeluarkan bonggolnya dicabut dan ditanam lagi dilahan bawang merah yang sudah disiapkan. “Seperti kita menanam bibit lombok di polybek, setelah bibit tumbuh dipindah di lahan yang sudah siap,” tambahnya.

“Ketika bibit yang ditanam itu sudah dipanen sebagian bisa untuk bibit lagi. Itulah bibit pertama kualitas unggul,” lanjut dia.

Ia mengungkapkan, bibit bawang merah ini memiliki banyak keunggulan. Yakni untuk setiap 1 hektar hanya membutuhkan bibit 4 kwintal, sedang bibit dari Nganjuk membutuhkan 10 kwintal.

Selain itu hasil panennya juga lenya bisa mencapai 20 – 24 kwintal. Sedangkan untuk bibit yang dibeli dari Nganjuk menghasilkan 16 kuintal. Selain itu, lanjut dia, harga bibit panah merah juga lebih murah yakni Rp 20 ribu per kilogram.

Sedangkan bibit biasa dari Nganjuk setiap per kilo gramnya antara Rp35 ribu – Rp45 ribu. Disamping bibit dari biji bawang merah juga lebih tahan dari serangan penyakit seperti ulat dan hama lainnya.

“Kalau dihitung-hitung ada penghematan biaya Rp 5-10 juta,” tegas Sucahyono. Dia mengaku, telah mengembangkan bibit panah merah untuk penanaman sendiri. Saat ini sudah ada 4 kwintal bibit yang dibudidayakan di lahan miliknya sendiri.

“Saya sudah membuktikan hasilnya bagus. Saya ingin kedepannya melalui KUB Pemuda ini bibit ini bisa dikembangkan di wilayah Gondang bahkan Bojonegoro, dengan begitu petani brambang tak perlu membeli bibit dari Nganjuk,” pungkas Sucahyono.(nu/kom)

Leave a Comment