Share

Petani Kedungadem Bojonegoro Beralih Tanam Waluh

Bojonegoro (Media Center) – Petani sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang biasa menanam tembakau beralih menanam buah waluh, disebabkan hujan yang masih turun di musim kemarau.

“Sebagian petani di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, beralih menanam tembakau karena kesulitan menanam tembakau akibat hujan yang masih turun selama kemarau ini,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Basuki, Kamis (14/7).

Ia menjelaskan petani di wilayah Kecamatan Kedungadem, selama ini memang sudah terbiasa menanam buah waluh, selain tembakau dan palawija ketika masuk musim kemarau.

Hanya saja dalam kondisi kemarau normal tanaman waluh di wilayahnya tidak terlalu luas, karena petani lebih memilih tanaman tembakau atau palawija.

“Petani mulai menanam walu sekitar Mei. Kalau sekarang tanaman waluh yang ditanam petani di Kedungadem luasnya mencapai 125 hektare,” jelas dia.

Menurut dia, sebagian tanaman waluh di daerah setempat sudah panen dengan harga sekarang ini berkisar Rp900-Rp1.000 per kilogram.

Para petani di daerahnya, lanjut dia, banyak yang tidak langsung menjual waluhnya meskipun banyak pembeli lokal juga Jawa Tengah. Petani berani menyimpan karena buah waluh bisa bertahan cukup lama.

Pedagang asal Jawa Tengah, katanya, melakukan pembelian waluh di daerahnya karena untuk kebutuhan campuran pembuatan “caos”, sedangkan pembeli lokal hanya untuk dikonsumsi.

“Harga waluh sekarang lumayan, tapi banyak petani yang menyimpan dulu waluhnya menunggu harga waluh naik,” jelasnya.

Sesuai data, produksi waluh di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, rata-rata bisa mencapai 15-20 ton per hektare.”karena sekarang masih hujan kemungkinan masih bisa bertambah, sebab tanaman waluh di sawah bisa bersemi kembali,” ucapnya.

Sekretaris Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Machmudi menambahkan dampak adanya hujan yang masih turun selama musim kemarau mendorong warga di daerahnya tetap bisa bekerja dengan menanam tanaman waluh.

“Biasanya kalau kemarau banyak warga yang menganggur, tapi sekarang ini warga tetap bisa bekerja,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment