Share

Petrokimia Kendalikan Peredaran Pupuk Bersubsidi Untuk Jaga Stok

Bojonegoro, 2/11 (Media Center) – Salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan atau pasokan pupuk adalah dengan mengendalikan pupuk yang beredar. Sehingga saat dibutuhkan stok aman dan tidak langka. Hal ini disampaikan oleh Suprapto, ketua Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) Bojonegoro , Rabu (2/11) pada acara tanam perdana yang digelar PT Petrokimia Gresik di Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Suprapto menjelaskan, pihaknya harus mengatur secara cermat agar pupuk yang dibutuhkan masyarakat aman. Apalagi, jika itu adalah pupuk bersubsidi harus dijamin betul bahwa penerima pupuk ini tepat sasaran.

“Pada intinya, menjaga keamanan stok. Sehingga saat pupuk dibutuhkan tersedia dengan mudah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini yang menjadi kekhawatiran adalah adanya kelangkaan lantaran dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Mulai 1 November 2016, lanjut dia, jumlah ketersediaan pupuk di Bojonegoro dengan rincian Urea sebanyak 54.992 ton, ZA 20.838 ton, SP-36 15.317 Ton, Phonska 39.099 Ton dan Petroganik mencapai 25.511 Ton. Jumlah ini, diakuinya terpaut 40 persen dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Bojonegoro.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk, Petrokimia Gresik telah membuka gerai Petromart di Desa leran, Kecamatan Kalitidu. Meski harga pupuk dan obat-obatan pertanian yang dijual lebih mahal dibanding pupuk bersubsidi, namun gerai ini melayani pembelian perorangan dalam jumlah kecil.(mcb/humas)

Leave a Comment